Dari 84 kelurahan di Padang terdapat 45 kelurahan sudah bebas COVID-19
Padang, (ANTARA) - Sebanyak 464 warga Padang, Sumatera Barat yang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (COVID-19) dinyatakan telah sembuh hingga 13 Juli 2020.

"Dari total 563 kasus positif sebanyak 464 telah sembuh, 24 meninggal dan yang masih terinfeksi sebanyak 75 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid di Padang, Senin.

Ia merinci dari 75 orang yang masih terinfeksi 32 orang masih dirawat, 20 orang isolasi mandiri dan 23 orang dikarantina.

"Dari 84 kelurahan yang ada di Padang terdapat 45 kelurahan yang sudah bebas COVID-19," ujarnya.

Ia menjelaskan warga yang sudah sembuh tidak akan terinfeksi lagi kecuali jika virusnya sudah bermutasi.

"Dalam tubuh pasien yang pernah terinfeksi sudah terbentuk zat antibodi untuk melawan jika ada virus serupa masuk," ujarnya.

Feri menyampaikan saat ini masih ditemukan pasien tanpa gejala sehingga perlu diwaspadai dan dalam rangka melakukan antisipasi pihaknya melakukan surveilans bersama Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand untuk melakukan tes usap massal di kelurahan.

"Ini bertujuan untuk menemukan angka orang tanpa gejala yang masih banyak," ujarnya.

Baca juga: Dua pasien positif corona di Padang dinyatakan sembuh

Baca juga: 30.785 pasien sembuh dari 66.226 positif COVID-19



Sebelumnya ahli kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang Dr dr Andani Eka Putra menyampaikan penyebaran COVID-19 di Sumbar berada pada fase patogenesis yaitu kejadian infeksi di bawah 40 persen, kasus kematian berat sedikit, surveilans dan diagnostik masif, serta pertempuran terjadi di lapangan.

Ia mengingatkan jangan sampai masuk pada fase eksponensial dan melakukan pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat kolaborasi Dinas Kesehatan dengan Laboratorium serta melakukan pool tes yaitu tes usap massal.

Pada sisi sisi lain ia juga mengkritik penggunaan cairan disinfektan yang berlebihan dan tidak pada tempatnya.

"Disinfektan disebar di jalanan. Bahkan ada bilik disinfektan yang cairannya ditembakkan ke tubuh manusia yang bisa berakibat kepada iritasi dan kanker kulit, bilik disinfektan itu tidak efektif karena penggunaannya untuk benda mati, bukan kulit manusia," kata dia.

Untuk memutus mata rantai ia menilai perlu sosialisasi masif di tengah masyarakat agar patuh pada protokol seperti masker agar bisa bersahabat dengan COVID-19.

Baca juga: Padang catatkan nol kasus baru dan 13 pasien sembuh COVID-19

Baca juga: 17 pasien COVID-19 di Padang Panjang dinyatakan sembuh



 

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2020