Gus Nabil: Jangan ada provokasi tolak tes cepat COVID-19

Gus Nabil: Jangan ada provokasi tolak tes cepat COVID-19

Ketua Umum Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen meminta pemerintah tegas agar tidak ada provokasi untuk menolak tes cepat (rapid test) dan tes usap (swab test) COVID-19, seperti demo yang dilakukan sekelompok orang di Bali.

"Jangan ada provokasi untuk tolak tes 'rapid' dan 'swab'. Pemerintah harus tegas, agar tidak ada provokasi menolak 'rapid' atau 'swab test'," kata Gus Nabil, sapaan akrabnya, dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, provokasi tersebut berbahaya karena bisa mengganggu masyarakat yang selama ini benar-benar terdampak COVID-19, terutama mereka yang sedang sakit dan membutuhkan perawatan.

Di sisi lain, kata dia, jangan sampai ada orang atau kelompok yang ingin membuat polemik dengan isu mantan Menteri Kesehatan yang memang konteksnya sangat berbeda dengan sekarang.

Baca juga: Polisi menilai demo tolak tes cepat dan usap langgar Perwali Denpasar
Baca juga: KAI gandeng RNI sediakan layanan tes cepat Rp85.000 di 12 stasiun
Baca juga: Hasil tes cepat, 47 pedagang di Pasar Pabean Surabaya reaktif


Gus Nabil mengingatkan pemerintah juga harus memaksimalkan proses tes terkait corona, agar benar-benar optimal prosedur dan hasilnya.

Jangan sampai, kata politikus PDI Perjuangan itu, ada mafia kesehatan yang memanfaatkan tes terkait corona untuk mengambil keuntungan sepihak.

"Saya pribadi mendapatkan beberapa masukan dari warga, bahwa dalam pelaksanaannya, tes terkait corona harus ditertibkan lagi prosedurnya," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Gus Nabil menyatakan pemerintah harus menindak tegas jika ada pihak yang ingin ambil untung sepihak dalam penyelenggaraan tes-tes itu.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga harus mewaspadai bahaya teori konspirasi karena gelombang hembusan teori konspirasi, dengan bermacam varian dan isu banyak beredar.

"Pendapat-pendapat yang merujuk teori konspirasi itu memenuhi jagad digital, baik di Youtube, Instagram, maupun laman-laman media," katanya.

Pemerintah harus melawan itu, kata dia, dengan strategi komunikasi yang transparan dan tepat sasaran, serta dengan menggandeng masyarakat.

"Ini penting, agar hoaks dan teori konspirasi yang beredar tidak membingungkan warga dan melemahkan semangat kita melawan virus corona," tegas Gus Nabil.

Seperti diketahui, Jerinx SID bersama Masyarakat Nusantara Sehat (Manusa) menggelar demo tolak tes cepat/usap COVID-19 di Lapangan Renon, Kota Denpasar, Minggu (26/7), yang dilakukan tanpa masker dan tidak menjaga jarak.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020