Transaksi nontunai di SPBU Surabaya capai 8.700 per hari

Transaksi nontunai di SPBU Surabaya capai 8.700 per hari

Penerapan transaksi nontunai di salah satu SPBU di Kota Surabaya (Antara Jatim/H.O Pertamina MOR V)

Surabaya (ANTARA) - Transaksi nontunai di 95 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Surabaya, Jawa Timur,  mencapai 8.700 transaksi per hari pada Juni-Agustus 2020, atau meningkat 2,5 kali lipat dibanding Juni 2020 yang hanya sekitar 3.500 transaksi per hari.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara, Rustam Aji di Surabaya, Senin, mengaku bersyukur atas kenaikan itu, karena sesuai dengan program Bank Indonesia dalam menggalakkan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNTT) yang mendorong transaksi jual beli dilakukan secara non-tunai.

Selain itu, mendukung regulasi adaptasi kebiasaan baru dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi COVID-19 di Surabaya, yang menyebutkan agar mengutamakan pembayaran dengan cara non-tunai.

"Pertamina akan selalu berupaya untuk tetap berpartisipasi aktif dalam pencegahan penularan COVID-19 dan siap mendukung GNTT," kata Rustam kepada wartawan.

Baca juga: Pertamina Sumbagsel aktifkan transaksi nontunai 414 SPBU

Rustam menegaskan Pertamina selalu memberlakukan protokol pencegahan COVID-19 di seluruh lini bisnis perusahaan, salah satunya adalah pemberlakuan transaksi nontunai di seluruh 95 SPBU yang berada di wilayah Surabaya, atau yang dikenal dengan Program SPBU PSBB (Pemberlakuan SPBU Ber-NonTunai Bersama).

"Pemberlakuan transaksi cashless di SPBU seluruh Surabaya telah dilaksanakan sejak 1 Juli 2020  sebagai fase pertama dan 1 Agustus 2020 sebagai fase kedua," katanya.

Rustam mengatakan tingginya penggunaan transaksi nontunai di Surabaya membuktikan bahwa dalam Adaptasi Kebiasaan Baru, masyarakat semakin sadar bagaimana cara terbaik untuk meminimalisir pencegahan COVID-19, khususnya dalam penggunaan transaksi tunai yang menjadi salah satu moda penyebaran COVID-19.

Baca juga: Penjualan BBM turun hingga 26 persen sebabkan Pertamina merugi

Penggunaan benda-benda yang disentuh oleh banyak orang, termasuk uang tunai baik kertas ataupun logam sebaiknya terus dikurangi penggunaannya dalam masa Pandemi COVID-19, karena virus penyebab COVID-19 bisa saja berpindah dari tangan satu orang ke orang lain melalui uang tunai.

Sementara itu, Pertamina juga mencatatkan kenaikan konsumsi BBM seperti Pertalite yang meningkat 2 persen dari total konsumsi pada bulan Juli sebesar 20.500 Kilo Liter (KL) menjadi 20.900 KL pada Agustus 2020.

Kemudian, Pertamax yang meningkat 1 persen dari total konsumsi pada bulan Juli sebesar 5.900 KL menjadi 5.980 KL pada bulan Agustus 2020, lalu Diesel mencatat kenaikan konsumsi pada Dexlite sebesar 9 persen dari total konsumsi pada bulan Juli sebesar 470 KL menjadi 517 KL pada bulan Agustus 2020 dan Pertamina Dex yang meningkat 5 persen dari total konsumsi pada bulan Juli sebesar 608 KL menjadi 637 KL pada Agustus 2020.

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020