Dijual daring, pesanan produk UMKM Kota Kediri meningkat

Dijual daring, pesanan produk UMKM Kota Kediri meningkat

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (tengah) berbelanja secara daring saat pembukaan platform MallUMKM pada Tokopedia di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (25/9/2020). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/pras.

Kediri (ANTARA) - Sejumlah pemilik UMKM di Kota Kediri, Jawa Timur, mengakui pesanan produk mereka mengalami kenaikan drastis setelah mereka ikut "MallUMKM Kediri Sale 2020" yang digelar secara daring oleh Pemerintah Kota Kediri.

"Alhamdulillah jadi dapat banyak pesanan. Awalnya hanya pesan es krim boks, setelah tahu rasanya lalu pesan tart. Yang di depan mata saja, hampir Rp1 juta," kata Titik Umiyati, pemilik usaha tepung es krim kemasan dengan merek Laxefu di Kediri, Kamis

Titik mengaku, selain menjual tepung es krim, dirinya juga menjual es krim yang siap makan dan tart es krim. Pesanan yang siap dikerjakan berupa empat kue tart dengan nilai Rp1 juta. Selain itu, ia juga mengerjakan pesanan tepung es krim.

Baca juga: Dorong digitalisasi UMKM dengan edukasi manfaat teknologi

Titik yang juga Ketua IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) Kediri tersebut menambahkan selain mendapat order langsung, pameran "MallUMKM Kediri Sale 2020" ini juga bisa meningkatkan promosi produk yang dijualnya, sehingga kini semakin banyak dikenal publik.

Angga Pria Santoso (26), pemilik UMKM di Kota Kediri dengan merek Jamu Ang mengatakan produk yang dijualnya juga mendapatkan pesanan lebih banyak dari hari biasanya selama pameran "MallUMKM Kediri Sale 2020" tersebut. Bahkan, hingga pameran daring itu selesai dilaksanakan, pesanan juga tetap banyak.

"Ada yang beli lewat Tokopedia. Tapi banyak juga yang membeli langsung," kata Ang.

Baca juga: Kolaborasi dibutuhkan untuk digitalisasi UMKM di kala pandemi

Ia menyebut, dalam sehari selama pameran, dirinya bisa menjual hingga lebih dari 20 botol minuman baik jenis sinom maupun jamu sereh. Ia berharap, omzet penjualan juga akan tetap bagus.

Selain produk makanan dan minuman, produk kerajinan dan busana juga mendapatkan pembeli yang lebih banyak. Misalnya Aloysia Nita, pemilik karya rajutan merek Jemary.

"Saya ikut pameran, tapi terus terang saya belum begitu lancar menggunakan Tokopedia, tapi secara offline. Banyak teman yang tahu saya ikut Tokopedia dan order masih terus berjalan sampai sekarang," kata Nita.

Nita juga mempunyai lebih banyak pengalaman menjual kerajinan tangan miliknya. Ke depan, ia juga berharap order juga tetap banyak.

Ia mengatakan jakan terus belajar, karena ikut pameran daring ini sangat membantu terutama dalam hal pemasaran.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan sebetulnya beberapa UMKM di Kota Kediri masih banyak yang gagap dalam menggunakan teknologi digital. Namun, pandemi COVID-19 juga memaksa UMKM untuk terus berinovasi termasuk inovasi dalam hal pemasaran. Pemkot Kediri juga akan terus mendampingi pemilik UMKM dengan berbagai kegiatan.

"Manfaatkan semua fasilitasi pelatihan dengan maksimal dan tetap komimen melayani pelanggan di marketplace maupun offline," kata Nur Mukhyar.

Nur juga meminta  pemilik UMKM untuk terus menjaga kualitas produk, mempererat jalinan komunikasi dengan pemerintah maupun sesama pelaku usaha, dan tetap bersyukur, berbagi/ sedekah bagi masyarakat terutama sekitar area produksi.

Pemkot Kediri bekerja sama dengan marketplace Tokopedia menggelar kegiatan "MallUMKM Kediri Sale 2020" yang digelar pada 25-30 September 2020. 
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020