PWI Pusat sarankan memilih bupati-wali kota pertimbangkan kebudayaan

PWI Pusat sarankan memilih bupati-wali kota pertimbangkan kebudayaan

Yusuf Susilo Hartono (kiri) memegang Deklarasi Banjarmasin 2020, yang sedang ditandatangani Menko PMK, Muhadjir Effendy, pada HPN 2020. ANTARA/HO-PWI

Jakarta (ANTARA) -
Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menyarankan memilih bupati maupun wali kota di Pemilihan kepala daerah serentak 2020 salah satunya dengan pertimbangan kebudayaan.
 
Hartono di Jakarta, Selasa, mengatakan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 tinggal beberapa hari lagi. Memilih sosok pemimpin daerah, tentunya banyak pertimbangan salah satunya memiliki kepedulian memajukan kebudayaan lokal, sebagai basis memajukan kebudayaan nasional.
 
"Jika bupati wali kota peduli pada kebudayaan lokal masing-masing, akan majulah kebudayaan nasional. Akan tetapi kalau tidak peduli, bisa jadi bakal mengancam pemajuan kebudayaan nasional," kata dia.

Baca juga: DK PWI ingatkan wartawan agar menjaga jarak selama pilkada
 
Kemudian, pers sebagai pilar keempat demokrasi, turut serta dan harus mengawal aspek kehidupan termasuk kebudayaan, bukan hanya soal aspek politik dan ekonomi semata.
 
Apalagi, Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa DNA bangsa Indonesia itu seni budaya, bahkan menurut UNESCO pada 2017, Indonesia super power di bidang kebudayaan. "Maka mengawal kebudayaan bagi pers penting adanya," katanya.
 
Sesuai konteks itulah, kata dia, PWI era Margiono hingga kini era Atal S Depari, secara berkala menggelar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat untuk bupati wali kota pada peringatan Hari Pers Nasional.

Baca juga: PWI Pusat undang bupati/wali kota yang komit kebudayaan
 
"Anugerah Kebudayaan PWI Pusat ini bertujuan untuk mencari sosok-sosok bupati wali kota yang memiliki kepedulian membangun daerahnya dengan pendekatan kebudayaan. Mengapa bupati wali kota, karena di era otonomi daerah, mereka ujung tombak terdepan dalam pemajuan Indonesia," ucap dia.
 
Ia mengatakan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada HPN 2021 di Jakarta, digelar pada 9 Februari 2021 mendatang.
 
"Berlangsung dua gelombang pendaftaran. Pertama, Oktober-November. Kedua, November-Desember. Gelombang kedua, tengah berlangsung hingga 17 Desember 2020. Alhamdulillah, bupati wali kota yang mendaftar sudah banyak. Baik dari Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi , dan Papua," kata dia.

Baca juga: Hari Pers Nasional 2021 ditetapkan terselenggara di Sulawesi Tenggara
 
Bagi bupati wali kota yang berminat mengikuti Anugerah Kebudayaan PWI Pusat bisa mendapatkan informasinya di PWI daerah masing-masing, maupun di APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia) dan APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia), bisa juga langsung ke PWI Pusat.
 
Menurut Hartono, para bupati wali kota yang pernah menerima penghargaan antara lain Gubernur Jawa Barat, Riwan Kamil, saat menjabat wali kota Bandung, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anaz, dan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani.
 
Kemudian, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Bupati Tubaba, Umar Ahmad, dan Bupati Serdang, Bedagai Soekirman.
Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020