Polisi sebut bansos kedaluwarsa di Pulogadung sebagai kabar bohong

Polisi sebut bansos kedaluwarsa di Pulogadung sebagai kabar bohong

Kanit Reskrim Polsek Cakung Iptu Stevanus Leonard Johannes berpose di dalam gudang penyimpanan bansos diduga kedaluarsa di salah satu gudang penyimpanan di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (21/12/2020). (ANTARA/Andi Firdaus).

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Sektor Cakung, Jakarta Timur, mengungkapkan tayangan video terkait bantuan sosial dari pemerintah yang dilaporkan kedaluwarsa di dalam gudang Kawasan Industri Pulogadung merupakan kabar bohong alias hoaks.

"Informasi jika barang itu kedaluwarsa, sama sekali tidak benar," kata Kanit Reskrim Polsek Cakung Iptu Stevanus Leonard Johannes di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Polisi pastikan 50.000 karung bansos di Pulogadung belum kedaluwarsa

Kesimpulan itu didapat polisi setelah jajarannya melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi yang berasal dari pemilik, pegawai, dan petugas keamanan gudang.

Dari rangkaian pemeriksaan keterangan saksi dan lokasi kejadian selama dua hari sejak tayangan video tersebut viral, Senin (21/12), polisi memastikan bahwa barang itu tidak ada yang kedaluwarsa.

Baca juga: DPRD DKI ingatkan pemprov pastikan penerima BLT miliki akun bank

Hasil keterangan saksi pun mengungkapkan bahwa 40 ribu karung masing-masing berisi beras sepuluh kilogram, mie instan sepuluh bungkus, sarden kecil sembilan kaleng, minyak goreng dua liter serta saus sambal satu botol tidak ada satupun yang kedaluwarsa.

Produk tersebut saat ini tersimpan di gudang milik perusahaan PT Galasari Gunung Sejahtera di Jalan Pulo Buaran II Blok N1-N3, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

"Setelah kita cek, kita undang pemiliknya, karyawan dan sekuriti, ternyata ini barang yang batal dijadikan bansos, sehingga harus dijual ke pedagang supaya tidak rugi," katanya.

Baca juga: Wagub DKI sebut laporan bansos Jakarta ke KPK perlu dicek

Stevanus mengatakan barang tersebut sudah ada yang membeli dari kalangan pengusaha sembako.

"Soal penumpukan itu sebenarnya sudah ada pembeli, mau dibayar per 10 ribu paket," katanya.

Terkait pelaku penyebaran video bohong tersebut, polisi akan melakukan pemanggilan dan meminta keterangan yang bersangkutan apabila muncul laporan dari pihak yang merasa dirugikan.

"Kalau ada laporan dari yang dirugikan, kita pasti panggil penyebar videonya untuk dimintai keterangannya," katanya.

Perkembangan penyelidikan kami, pertama datangi TKP terkait video yang beredar dan broadcast wa terkait banyaknya paket sembako di suatu gudang dinyatakan sudah lama.. ada yang bilang itu barang kedaluwarsa.

ternyata tidak ada satupun barang sembako berjumlah 40 ribu tidak ada sama sekali yang kedaluwarsa.

Sebelumnya, tersebar informasi seputar barang bansos yang terbengkalai itu beredar melalui rekaman video berdurasi 12 detik melalui media sosial.

Dalam rekaman itu tampak ribuan karung bercorak merah dan putih menumpuk hingga memenuhi setiap sudut bangunan gudang dengan luas ruangan sekitar 400 meter persegi.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020