AS pertimbangkan Alibaba dan Tencent untuk diblokir

AS pertimbangkan Alibaba dan Tencent untuk diblokir

Logo Alibaba Group terlihat saat festival belanja global 11.11 Singles' Day Alibaba Group di kantor pusat perusahaan tersebut di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China. ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/wsj/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Trump sedang mempertimbangkan untuk menambahkan Alibaba Group dan Tencent ke daftar hitam perusahaan China yang diduga dimiliki atau dikendalikan oleh militer China, Reuters melaporkan, Kamis.

Rencana tersebut kabarnya masih dalam pertimbangan dan mungkin tidak akan dilaksanakan mengingat dampaknya yang besar pada pasar.

Saham Alibaba dan Tencent dilaporkan sama-sama turun sekitar 3 persen dalam perdagangan pagi di Bursa Efek Hong Kong. Saham Alibaba yang terdaftar di AS, dalam penutupan Rabu, dilaporkan turun lebih dari 5 persen karena kabar tersebut.

Presiden AS Donald Trump, Selasa (5/1), menandatangani perintah eksekutif yang melarang transaksi dengan delapan aplikasi China, termasuk aplikasi pembayaran seluler Alipay dari Ant Group, yang meningkatkan ketegangan Beijing dua pekan sebelum Presiden terpilih Joe Biden menjabat.

Baca juga: Spekulasi keberadaan Jack Ma terus bergulir

Baca juga: Alibaba dituduh monopoli, Ant Group diperingatkan otoritas keuangan

Baca juga: Alibaba dan dua perusahaan China didenda Rp3,24 miliar
Pewarta : Arindra Meodia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021