Pembunuh kucing di Kalideres juga berjualan daging anjing

Pembunuh kucing di Kalideres juga berjualan daging anjing

Relawan pecinta satwa memprotes kasus penyembelihan Kucing. ANTARA FOTO/Maulana Surya/foc.

Jakarta (ANTARA) - Pelaku diduga pembunuh kucing di kawasan Kalideres, Jakarta Barat berinisial RU merupakan pedagang daging anjing ke rumah makan lapo dan pasar-pasar.

"Pelaku ngakunya mau meracuni anjing, tapi yang kena malah kucing,” ujar Ketua RT11/13 Kalideres, Sulaeman di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan warga lingkungan juga telah mengetahui, RU merupakan penjual daging anjing.

Kegiatan RU membunuh kucing tetangganya dengan memberi racun dan dipukul, sempat dipergoki warga pada Sabtu (30/1). Atas kejadian tersebut perempuan paruh baya itu ditahan sementara di Polsek Kalideres.

Kucing milik Sulaeman pun menjadi korban, namun atas dasar rasa kasihan dengan nasib RU, dia membantu RU menempuh jalan damai dan membuat perjanjian di atas meterai.

Baca juga: Melepas penat bersama si meong di kafe kucing

“Dia janji tidak bunuh kucing lagi. Kalau ketahuan bunuh kucing lagi ditahan aja deh," ujar dia.

Tiga bangkai kucing yang ditemukan warga pun telah dikuburkan di dekat tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara RU sendiri mengaku sudah 35 tahun berjualan daging anjing, yang menjadi penghasilan utama keluarganya.

“Suami sudah tidak kerja, anak juga masih sekolah. Jadi, memang untuk isi perut jual daging anjing, jujur saja,” ungkap RU.

Daging anjing tersebut dijual sesuai adanya pesanan, biasanya seharga Rp50.000 per kilogram. Anjing tersebut ditangkap dengan umpan makanan yang dicampur racun.

Baca juga: Cahaya bagi kucing jalanan Ibu Kota

Namun umpan tersebut malah dimakan kucing, sehingga bangkai kucing tersebut dikumpulkan dan diolah menjadi obat asma untuk suaminya.

RU berjanji tidak membunuh kucing lagi, namun dirinya tak bisa pastikan untuk berhenti berjualan daging anjing yang menjadi sumber penghasilan utama keluarganya.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021