Pemimpin baru Kaltara "berlari" menangani COVID-19

Pemimpin baru Kaltara

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang memberikan masker ke warga yang belum menggunakannya di Tanjung Selor, Bulungan. ANTARA/Susylo Asmalyah/am.

Tarakan (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang berjalan menyusuri lokasi Kuliner Tepian Kayan (Kulteka), Tanjung Selor, Bulungan, Kamis (18/2) sepanjang tiga kilo meter pada hari pertama bertugas sebagai pemimpin baru di provinsi termuda di Indonesia.
 

Dia menyapa dan mengimbau kepada para pedagang yang berjualan di kawasan tepi Sungai Kayan untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan dengan cara persuasif.
 

Bahkan mantan Wakapolda Kaltara memberikan masker bila ditemukan ada warga yang tidak menggunakan masker, maka langsung dipasangkan. Selain itu, Zainal juga menandai kursi makan di kawasan Kulteka agar ada jarak untuk pengunjung yang makan di kawasan tersebut.
 

Saat ini kawasan Kulteka lagi ramai dengan para pedagang durian yang didatangkan dari beberapa wilayah di Kaltara. Durian khas Kaltara yang kebanyakan berbiji kecil dan berdaging tebal, lembut serta aromanya tajam.
 

Saat Zainal memberi masker dan memasangkannya, warga mengucapkan terima kasih. "Terima kasih pak Gubernur," kata Pian salah satu warga yang anaknya dipasangkan masker oleh Gubernur.
 

Langkah Zainal dalam penanganan COVID-19, juga dikuatkan melalui suratnya nomor 100/0694/GUB tanggal 18 Februari 2021 yang ditujukan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Provinsi Kaltara untuk menghentikan proses pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2021, kecuali kegiatan yang berkaitan dengan penanganan COVID-19.
 

Surat tersebut ditembuskan kepada Direktur Jendral Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara dan Inspektorat Provinsi Kaltara.
 

“Saya minta hentikan semua proyek segera,” kata Zainal.

 Ia menjelaskan, dasar penghentian barang dan jasa anggaran tahun 2021 untuk menyegerakan terwujudnya Provinsi Kaltara yang berubah, maju dan sejahtera.
 

Zainal meminta Kepala OPD di lingkup Pemprov Kaltara untuk menghentikan proses pengadaan barang/jasa terhitung sejak tanggal 18 Februari 2021 sampai waktu yang ditentukan kemudian.
 

“Agar seluruh proses dilakukan secara profesional, berpedoman pada ketentuan perundang-undangan," katanya. Hal ini tidak lain untuk menekan laju pertambahan kasus COVID-19 serta menyelamatkan warga Kaltara.

Baca juga: Gubernur Kaltara naik motor pantau kondisi jalan

Baca juga: Gubernur Kaltara: Belum ada vaksin, manusia hidup bersama COVID-19

 

Posko di perbatasan provinsi
 

Salah satu prioritas Gubernur Zainal lainnya yaitu mendirikan posko pemeriksaan COVID-19 di perbatasan provinsi Kalimantan Timur dengan Kaltara di antara Kabupaten Berau dengan Bulungan.
 

Pendirian posko menjadi skala prioritas
program kerja 100 hari kerja Gubernur-Wakil Gubernur Kaltara yang baru Zainal A Paliwang-Yansen TP salah satunya pencegahan COVID-19.
 

Mengawali masa kepemimpinannya, Zainal dari kantor Pemprov Kaltara di Tanjung Selor menuju perbatasan Kaltara - Kaltim sepanjang 114 kilometer dengan menggunakan kendaraan roda dua yang dikemudikannya sendiri.
 

Pembangunan pos pemeriksaan COVID-19 ini sebagai salah satu upaya Pemprov Kaltara dalam mencegah penyebaran virus COVID-19 masuk di wilayah kerjanya. Pada pos ini dijaga oleh instansi lintas sektoral yang tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 Kaltara.
 

Ia juga menekankan bahwa petugas di pos ini akan memperketat pemeriksaan dokumen oleh warga yang melintas baik masuk maupun keluar wilayah Kaltara. Apabila ditemukan ada warga yang tidak memiliki hasil pemeriksaan COVID-19 maka Pemprov Kaltara akan menyediakannya secara gratis.
 

"Namun, jika ada warga yang ditemukan terkonfirmasi positif COVID-19 maka tentunya akan dilakukan tindakan tegas dengan melakukan isolasi mandiri, " kata Gubernur.
 

Selain pemeriksaan pada pintu masuk jalur darat, Pemprov Kaltara juga akan memperketat di pintu masuk laut dan udara. Kemudian akan dibangun pos-pos pada tingkat kelurahan dan desa hingga rukun tetangga (RT).
 

"Kami akan siapkan rapid antigen gratis bagi warga Kaltara yang mau keluar daerah. Semua jalur masuk dan keluar akan diperketat termasuk kita akan bangun pos-pos penanganan COVID-19 pada tingkat RT juga," kata Gubernur.
 

Saat memantau posko, Zainal mengawasi langsung para petugas yang melakukan pemeriksaan pada warga yang tidak membawa surat keterangan pemeriksaan COVID-19.
 

"Tahan napas pak, mulutnya agak dibuka pak," kata Zainal memberi semangat kepada salah warga yang menjalani pemeriksaan di posko pemeriksaan COVID-19 tersebut.
 

Selain itu, Pemprov Kaltara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan mengadakan alat Genose untuk mendeteksi COVID-19.
 

Kepala Dinkes Kaltara, Usman mengatakan, rencana pengadaan tengah tahap survei harga. Selain itu, mengecek porsi anggaran yang akan teralokasikan.
 

“Ini tindaklanjut instruksi Pak Gubernur yang menginginkan penanggulangan COVID-19 lebih cepat dan ketat. Saat ini kita sedang survei harga untuk membeli alat Genose,” kata Usman.
 

Alat skrining COVID-19 itu kata Usman telah dikembangkan oleh para peneliti UGM. Secara akurasi dan efektivitasnya mendeteksi COVID-19 dalam tubuh dianggap cukup baik.
 

Menurut dia alat tersebut lebih murah dan hasilnya relatif lebih cepat diketahui hasilnya. Metode pengujiannya juga mudah, hanya pakai uap nafas. Rencananya, alat Genose akan ditempatkan di tempat-tempat publik, antara lain pelabuhan.
 

“Kita juga akan memberikan dan memfasilitasi kabupaten/kota memiliki Genose. Kita akan bantu,” ujarnya.
 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (APBD) Kaltar, Andi Santiaji mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah menyalurkan lagi 1.000 rapid test antigen ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.
 

"Saat ini kita masih, punya cadangan 5.000 rapid test antigen yang disiapkan," kata Andi Santiaji.
 

Dia menyampaikan dalam penanganan COVID-19 ini perlu dilaksanakan secara gotong royong dan tetap menjalani prokes.

Di usianya yang masih terbilang muda, Provinsi Kalimantan Utara berupaya mengejar ketertinggalan dalam pembangunan bila dibandingkan provinsi lain yang telah mapan. 

Gubernur terpilih Zainal Arifin Paliwang harus bekerja lebih keras dan "berlari" karena awal kepemimpinannya bersamaan dengan merebaknya pandemi COVID-19 sehingga menetapkan skala prioritas mengatasi penyebaran virus mematikan itu sudah menjadi pilihan terbaik. 

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Nunukan tambah 19 orang dan sembuh 16

Baca juga: Kota Tarakan zona merah, protokol kesehatan semakin diperketat

 

Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021