Garuda Indonesia gandeng DMK garap pasar ekspedisi di Klaten

Garuda Indonesia gandeng DMK garap pasar ekspedisi di Klaten

Pembukaan Cargo Service Center (CSC) Garuda Indonesia di Klaten, Kamis (25/3/2021). ANTARA/Aris Wasita

Klaten (ANTARA) - Garuda Indonesia menggandeng perusahaan swasta PT Dian Mega Kurnia menggarap pasar ekspedisi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang hingga saat ini belum banyak dimaksimalkan oleh perusahaan lain.

"Seiring dengan tuntutan industri logistik yang makin pesat terutama di masa pandemi ini, kami terus berupaya untuk mengembangkan serta meningkatkan kualitas pelayanan pengiriman barang lewat udara," kata Manajer Garuda Indonesia Kantor Cabang Solo Achmad Irfan Fadly di sela pembukaan Cargo Service Center (CSC) di Klaten, Kamis.

Ia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah pembukaan CSC atau outlet penjualan dan pengiriman barang Garuda Indonesia Cargo melalui kerja sama operasi dengan pihak ketiga.

"Ekspansi bisnis yang dilakukan melalui layanan CSC KSO di pasar kargo nasional merupakan salah satu fokus pengembangan bisnis Garuda Indonesia," katanya.

Ia mengatakan untuk cabang di Klaten ini Garuda Indonesia menargetkan 10 ton angkutan kargo/bulan dengan komoditas baru berupa aksesoris, sayuran, makanan beku, dan general kargo.

Selain itu, dikatakannya, Garuda Indonesia juga menggarap potensi pasar baru untuk tujuan Singapura dan Hong Kong.

Sementara itu, Pimpinan Cabang PT Dian Mega Kurnia Jawa Tengah Suko Wiyono mengatakan sebagai target awal dalam satu minggu perusahaan tersebut akan mengirimkan barang sebanyak 2-3 ton untuk pengiriman ke Hong Kong.

Ia mengaku optimistis target pengiriman tersebut bisa tercapai mengingat saat ini Klaten memiliki potensi cukup besar.

"Dengan situasi ini kami bekerja sama dengan Garuda Indonesia lebih mendekatkan diri dengan warga Klaten, memberikan pelayanan ekspedisi, dari bandara ke bandara, rumah ke rumah, atau servis ke luar negeri. Dalam hal ini kami melakukan jemput bola," katanya.

Menurut dia, beberapa potensi dari Klaten dan sekitarnya yang harus dioptimalkan di antaranya produk garmen dari Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten dan Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo yang memproduksi sangkar burung dengan volume produksi mencapai 2 ton/minggu.

Sedangkan untuk rata-rata pengiriman per bulan di wilayah Solo, dikatakannya, dalam satu hari mencapai 7-8 ton. Pengiriman tersebut didominasi oleh komoditas garmen.

Baca juga: Garuda Indonesia buka pelayanan kargo di Bali

Baca juga: Garuda optimistis pendapatan kargo 270,8 juta dolar AS


 
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021