Yogyakarta ingatkan masyarakat bijak kelola sampah masker

Yogyakarta ingatkan masyarakat bijak kelola sampah masker

Ilustrasi - Limbah medis berupa masker bekas pakai milik masyarakat. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi/am.

Yogyakarta (ANTARA) - Penggunaan masker sebagai kebutuhan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari di masa pandemi COVID-19 menimbulkan permasalahan baru di tempat pembuangan sampah di Yogyakarta sehingga masyarakat diingatkan untuk bijak mengelola sampah masker tersebut.

"Masih banyak sampah masker yang ditemukan bercampur dengan sampah rumah tangga di tempat pembuangan sampah. Seharusnya, sampah tersebut dikelola dengan baik sebelum dibuang," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, masyarakat dapat melakukan upaya sederhana sebelum membuang sampah masker yaitu merusak atau memotong masker yang sudah tidak digunakan kemudian dimasukkan dalam wadah khusus dan dibuang di tempat tersendiri.

"Namun, masih banyak yang dibuang begitu saja atau dicampur dengan sampah dari rumah tangga. Ini bisa menimbulkan pencemaran lingkungan. Makanya, perlu edukasi yang lebih gencar dari DLH dan dari Dinas Kesehatan terkait pengelolaan sampah masker," katanya.

Sejauh ini, lanjut Sugeng, belum ada tempat khusus untuk membuang sampah masker dan akan lebih baik jika di tiap tempat pembuangan sampah dilengkapi dengan tempat khusus untuk sampah masker.

"Hanya saja, sampah masker ini tergolong sebagai sampah medis sehingga penanganannya berbeda dengan sampah rumah tangga," katanya.

Baca juga: DLH: Sampah masker membutuhkan penanganan khusus

Baca juga: Dinas LH DKI tangani 1.231 kilogram sampah masker


Selama ini, lanjut Sugeng, petugas dari DLH Kota Yogyakarta yang melakukan pengambilan atau pembuangan sampah diminta untuk semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan saat sedang menjalankan tugasnya.

"Ketika menemukan sampah masker, maka petugas diarahkan untuk memisahkan dan menempatkannya dalam wadah tersendiri. Ini upaya yang bisa kami lakukan," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Pusat Inovasi Agroteknologi UGM menempatkan satu unit "Dropbox Used Mask" atau Dumask untuk menampung masker bekas pakai di sekitar akses pintu keluar kompleks Balai Kota Yogyakarta.

Dumask tersebut diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh karyawan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk membuang masker bekas pakai, tetapi juga oleh masyarakat sekitar.

Sebelum dibuang ke Dumask, masker sudah dimasukkan dalam kantong plastik atau kertas yang tertutup rapi.

Baca juga: DLH: Pemakaian masker dan sarung tangan selama pandemi meningkat

Baca juga: Peneliti: Ada potensi sampah masker jadi sumber mikroplastik baru

 
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021