Imigrasi Bali periksa warga Kanada diduga buka kelas yoga "Orgasme"

Imigrasi Bali periksa warga Kanada diduga buka kelas yoga

Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM Bali Jamaruli Manihuruk. ANTARA/Ayu Khania Pranisitha.

Denpasar (ANTARA) - Imigrasi Kelas I TPI Denpasar memintai keterangan seorang warga negara asing (WNA) asal Kanada bernama Christopher K.M. terkait dengan dugaan buka kelas yoga "Orgasme".

"Adanya berita viral baru-baru ini di media sosial terkait dengan kelas orgasme yoga di Ubud, Gianyar, kami memanggil yang bersangkutan pada hari Jumat (7/5) ke Imigrasi Denpasar," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk di Denpasar.
 
Ia melanjutkabn, "Mudah-mudahan dia bersama sponsornya datang agar bisa dimintai keterangan lebih lanjut."
 
Setelah tim imigrasi cek laporan tersebut, kata dia, tempat kelas yoga "Orgasme" itu sudah ditutup. Selain itu, iklan kelas yoga "Orgasme" yang beredar di media sosial juga sudah tutup sebulan lalu.

Baca juga: WN Australia viral iklankan yoga berbau seks tak dideportasi
 
"Pelaksanaan kegiatan itu seharusnya pada hari Sabtu (8/5). Namun, karena sudah ditutup, ya, iklan tersebut tidak benar. Kendati demikian, warga negara asing itu dipanggil pada hari ini (7/5)," kata Jamaruli.
 
Sebelumnya, telah beredar di media sosial terkait dengan penawaran oleh salah satu situs untuk ikut dalam kegiatan kelas yoga "Orgasme" di Bali.
 
Bagi peserta yang berkeinginan ikut kelas ini ditawarkan harga sebesar 20 euro dengan waktu pelaksanaan pada tanggal 8 Mei 2021, mulai pukul 10.00 Wita hingga 18.00 Wita di Karma House Tattoos, tepatnya di Jalan Penestanan Nomor 8, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.
 
Dalam situs tersebut menyatakan bahwa akan ada pembuatan video untuk kelas yoga "Orgasme", kemudian berencana untuk memasarkan acara tersebut di Eropa.

Baca juga: Polisi jelaskan terkait kelas yoga "orgasme" yang viral
Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021