Pengamatan hilal di Ambon hasilnya sudah dilaporkan kepada Menag

Pengamatan hilal di Ambon hasilnya sudah dilaporkan kepada Menag

Kakanwil Kementerian Agama Maluku Djamaludin Bugis sedang memantau hilal untuk penentuan 1 Syawal 1422 Hijriah di kawasan Tugu Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu, Karang Panjang Kota Ambon, Selasa (11/5/2021). (FOTO ANTARA/Jimmy Ayal)

Ambon (ANTARA) - Kakanwil Kementerian Agama Maluku, Djamaludin Bugis menegaskan hasil pengamatan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1422 Hijriah dari kawasan Tugu Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu, di Ambon, Selasa petang WIT, telah dilaporkan ke Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk diputuskan.

"Hasil pengamatan hilal pada sore tadi  telah dilaporkan langsung ke Menteri Agama maupun ke tim sidang isbat Kemenag," kata Djamaludin Bugis usai memimpin pengamatan hilal dari Tugu Tugu Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu, di kawasan Karang Panjang Ambon, Selasa (11/5).

Dia mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan Kanwil Kemenag Maluku bersama tim BMKG Stasiun Geofisika Ambon, tim Rukyatul Hilal IAIN Alaudin Ambon dan Pengadilan Agama Ambon menunjukkan tinggi hilal pada posisi di bawah ufuk yakni minus 5 derajat, delapan menit empat detik.

"Berdasarkan hasil pengamatan ini hilal tidak terlalu terlihat, sehingga penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah diserahkan untuk diputuskan Menteri Agama," katanya.

Dia berharap warga Muslim di seluruh wilayah Provinsi Maluku dapat bersabar menunggu keputusan pemerintah pusat tentang waktu Idul Fitri 1422 Hijriah.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat di Maluku, khususnya kaum Muslim untuk bersabar dan dapat mengikuti keputusan tim isbat Kemenag. Apapun keputusan itu adalah final bagi seluruh masyarakat rakyat Indonesia," katanya.

Ditegaskannya, keputusan pemerintah tentang penentuan 1 Syawal adalah yang terbaik karena tim yang dibentuk beranggotakan para ulama profesional, dan akan memutuskan sesuai hukum Islam yang berlaku.

"Kami sampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh tim sehingga tugas pemantauan hilal yang didukung cuaca bersahabat sehingga dapat berjalan dengan lancar," demikian  Djamaludin Bugis.

Baca juga: Negeri Rumah Tiga-Laha-Batu Merah lokasi Safari Ramadhan di Ambon

Baca juga: Gandeng Bulog, Maluku Tenggara gelar operasi pasar murah Lebaran

Baca juga: BI Maluku: Kebutuhan uang selama Ramadhan-Idul Fitri Rp1,012 triliun

Baca juga: Pada Ramadhan saat pandemi COVID-19, ACT-MRI Maluku bagi takjil gratis
Pewarta : Jimmy Ayal
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021