Bantul bangun shelter kesejahteraan sosial untuk penanganan PMKS

Bantul bangun shelter kesejahteraan sosial untuk penanganan PMKS

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat peletakan batu pertama pembangunan Shelter Kesejahteraan Sosial di Kepuh, Desa Wirokerten, Banguntapan, Bantul, DIY, Minggu (30/5/2021). ANTARA/Hery Sidik.

Bantul (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membangun Shelter Kesejahteraan Sosial di wilayah Dusun Kepuh, Desa Wirokerten, Banguntapan, untuk pelayanan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

"Shelter kesejahteraan sosial dibangun agar di Bantul terdapat unit penanganan khusus sesuai dengan standar pelayanan minimal dalam penanganan PMKS guna mewujudkan kesejahteraan sosial," kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bantul Didik Warsito di sela peletakan batu pertama pembangunan shelter itu, Minggu.

Didik mengatakan, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, tantangan yang dihadapi Dinas Sosial adalah semakin banyaknya jumlah PMKS, namun demikian upaya pelayanan dan penanganan PMKS dari sumber daya yang tersedia yang telah dilakukan masih jauh yang diharapkan.

"Ada sejumlah permasalahan yang dihadapi antara lain cakupan atau jangkauan pelayanan program kesejahteraan sosial yang masih sangat terbatas, kegiatan bantuan dan jaminan sosial bagi PMKS masih belum optimal," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, tantangan yang dihadapi Dinas Sosial PPPA Bantul untuk selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya kepada mereka yang tergolong PMKS.

"Salah satu penanganan PMKS adalah dengan pembangunan shelter kesejahteraan sosial yang saat ini dilaksanakan peletakan batu pertama, sehingga pembangunan shelter ini dapat mengurangi permasalahan sosial yang ada di Bantul," katanya.

Baca juga: Mensos pandang pentingnya data untuk tingkatkan kesejahteraan sosial
Baca juga: Lembaga Kesejahteraan Sosial ujung tombak keberhasilan layanan lansia


Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam sambutannya mengatakan, permasalahan kesejahteraan sosial tersebut harus dapat dipahami secara benar dan dicarikan program pemecah masalah yang benar-benar mampu mengantisipasi dan mengatasi permasalahan sosial.

Pemecahan masalah itu, lanjut Bupati, tidak hanya terbatas pada upaya pemenuhan kebutuhan dasar saja, akan tetapi juga yang diarahkan pada upaya pemberdayaan dan ketahanan sosial masyarakat.

"Kita tidak boleh hanya sekedar mempunyai program sosial, akan tetapi yang lebih penting bagaimana kemiskinan ketidaksejahteraan itu tidak ditransfer kepada generasi berikutnya, artinya kalau orang tuanya miskin, anak atau keturunannya tidak boleh miskin," katanya.

Bupati Bantul berharap, pelaksanaan pembangunan shelter kesejahteraan sosial akan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan perencanaan yang ada, sehingga nantinya Bantul akan mempunyai shelter yang representatif di luar panti.

"Shelter kesejahteraan sosial akan digunakan bagi penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, lansia terlantar, tuna sosial baik gelandangan maupun pengemis, perlindungan jaminan sosial kepada korban bencana," katanya.

Baca juga: Perhimpunan Jiwa Sehat: Perbaiki panti sosial tak layak huni
Baca juga: Pemda didorong laksanakan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas


 
Pewarta : Hery Sidik
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021