Tim SAR gabungan cari korban hilang di perairan Kupang

Tim SAR gabungan cari korban hilang di perairan Kupang

Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur saat melakukan pencarian korban di Perairan Air Cina, Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, Senin (31/5/2021). ANTARA/HO-Tim SAR Kupang/am.

Kupang (ANTARA) - Tim SAR gabungan mengelar operasi pencarian terhadap Naldi Markus (19) warga Kabupaten Kupang yang hilang setelah jatuh dari perahu motor saat memancing ikan di perairan Air Cina, Desa Tablolong, Kabupaten Kupang.

"Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban. Dalam operasi pencarian hari pertama masih belum ditemukan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer ketika dihubungi di Kupang, Selasa.

Ia mengatakan, kasus teng gelamnya Naldi Markus diketahui setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang menerima laporan dari Kepala Desa Tablolong tentang kejadian kecelakaan adanya satu orang terjatuh dari perahu saat memancing ikan di Perairan Air Cina Desa Tablolong Kabupaten Kupang.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (31/5) pukul 04.00 wita di perairan Air Cina, Tablolong sekitar 40 km arah barat Kota Kupang.

Baca juga: Pencarian korban kapal tenggelam di Kupang hari keempat nihil

Baca juga: Tim SAR persempit lokasi pencarian korban kapal tenggelam


Menurut dia, tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang sebanyak 16 orang masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Ia mengatakan, pencarian korban juga dilakukan tim SAR dari TNI/Polri, masyarakat Tablolong serta BPBD Kabupaten Kupang.

Menurut dia operasi pencarian dilakukan tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran, pencarian dan penyelaman di sekitar lokasi kejadian tempat korban jatuh dari perahu.

"Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Belum ada tanda-tanda korban ditemukan," kata Emi Frizer.

Baca juga: Pertemuan arus sulitkan pencarian korban kapal tenggelam di Kupang

Baca juga: SAR Kupang lanjutkan pencarian tujuh korban kapal tenggelam

 
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021