Positif COVID-19 di NTT naik 21.485 kasus setelah bertambah 397 orang

Positif COVID-19 di NTT naik 21.485 kasus setelah bertambah 397 orang

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu. ANTARA/ Benny Jahang.

Kupang (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) COVID-19 Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (3/7) menyatakan terjadi penambahan sebanyak 397 orang yang terkonfimasi positif COVID-19 di provinsi itu sehingga jumlah totalnya naik mencapai sebanyak 21.485 orang

"Hari ini terjadi penambahan 397 orang warga terkonfirmasi positif COVID-19 di NTT. Penambahan ini sangat tinggi dalam dua pekan ini," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu di Kupang, Sabtu.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 itu tersebar di 13 kabupaten/kota di NTT terdiri dari Kabupaten Timor Tengah Utara dan Sumba Tengah masing-masing dua orang yang terinveksi virus corona, Kabupaten Sabu Raijua tiga orang, Kaupaten Timor Tengah Selatan sembilan orang, Kabupaten Belu 10 orang dan Kabupaten Alor 12 orang.

Selain itu menurut Marius di Kabupaten Rote Ndao terdapat penambahan 18 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, Kabupaten Sumba Timur 19 orang dan Kabupaten Manggarai ada 26 orang.

Sementara itu di Kabupaten Ngada terdapat penambahan 48 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, Kabupaten Nagekeo 61 orang dan Kabupaten Ende sebanyak 68 orang yang terpapar virus corona.

Selain itu penambahan kasus terbanyak terdapat di Kota Kupang mencapai 119 orang yang positif terinveksi virus Corona.

"Penambahan kasus itu diketahui dari hasil pemeriksaan 2.249 sample swab dari 13 kabupaten/kota itu.

Ia mengatakan dengan penambahan 397 pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu maka secara akumulatif warga NTT yang terpapar virus corona mencapai 21.485 orang tersebar di 22 kabupaten/kota.

"Kami berharap warga NTT jangan lengah terhadap pentebaran COVID-19 yang semakin masif di NTT. Kami minta secara serius untuk mengikuti protokol kesehatan dengan benar sehingga penyebaran COVID-19 bisa dikendalikan," demikian Marius Ardu Jelamu.

Baca juga: GTPP: Pasien COVID-19 di Kota Kupang bertambah 61 orang

Baca juga: Flores Timur wajibkan pelaku perjalanan tes COVID-19 mulai 1 Juli

Baca juga: DPR usulkan pelaku perjalanan ke NTT wajib tunjukkan tes PCR

 
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021