Kapal Pelni diusulkan jadi tempat isolasi mandiri pasien COVID-19

Kapal Pelni diusulkan jadi tempat isolasi mandiri pasien COVID-19

KM Lambelu saat bersandar di Pelabuhan Peti Kemas, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/4/2020). Sebanyak 141 anak buah kapal (ABK) menjalani karantina di atas KM Lambelu, hasil tes swab pada 42 ABK menyatakan 26 ABK positif COVID-19. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengusulkan kapal PT Pelni yang tidak beroperasi sementara bisa dipinjamkan untuk perawatan Isolasi Mandiri bagi pasien yang terpapar tanpa gejala sebagai langkah antisipasi lonjakan pasien baru COVID-19.

"Kami mengusulkan kepada pemerintah pusat, dan telah mengontak Kementerian Perhubungan dan BUMN. Bagi daerah-daerah yang memiliki laut seperti Makassar bisa dipinjamkan kapal Pelni untuk dijadikan tempat isolasi mandiri apung," kata Ramdhan kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Pihaknya berharap, usulan itu disetujui pemerintah pusat. Sebab, kapal Pelni bisa dijadikan alternatif ruang isolasi mandiri bagi pasien baru tanpa gejala (asymptomatik) mengingat sangat relevan dengan program. Apalagi, kapal Pelni memiliki daya tampung lebih dari 1.000 tempat tidur bisa dilaksanakan program pemulihan bagi pasien di atas kapal.

"Kalau isolasi di hotel, daya tampungnya sedikit, paling banyak kapasitas itu 100 kamar. Tapi kalau di kapal Pelni bisa lebih 1.000 tempat tidur. Isolasi mandirinya bisa terukur, betul-betul terisolasi, lebih sistematis, dan jauh dari jangkauan pemukiman warga," ujarnya.

Baca juga: Cegah COVID-19 Komunitas Birma Peduli bagikan 10.000 vitamin

Baca juga: Antisipasi varian baru, "tracing" COVID-19 di Makassar digencarkan


Pria yang akrab disapa Danny itu, juga berencana menyiapkan satu hotel khusus bagi tim detektor dan relawan tenaga kesehatan yang bisa saja terpapar Covid-19 saat menjalankan tugas di lapangan.

"Tentu ada perlakuan khusus bagi tim detektor kami, selain jaminan lainnya, jika ada yang positif (terpapar) jauh lebih aman isolasi di hotel daripada di rumah mereka masing-masing," kata Wali Kota Makassar dua periode ini.

Di konfirmasi terpisah, Pejabat sementara (Pjs) Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (persero) Opik Taufik mengatakan pihaknya sudah menjelaskan ke Pemerintah Kota Makassar melalui wali kota setempat, bahwa kewenangan beroperasinya kapal Pelni dari Pemerintah Pusat diteruskan kepada Kementerian Perhubungan.

"Dan sampai sekarang, seluruh kapal juga sesuai jadwal reguler tetap beroperasi," katanya.

Sejauh ini, kata Opik, kapal Pelni semua beroperasi pada daerah timur dan masyarakat sangat membutuhkan layanan Pelni. Armada kapal Pelni pun terbatas dan tidak ada kapal cadangan, bahkan semua kapal sudah beroperasi sesuai jadwal masing-masing.*

Baca juga: DPRD Makassar: Insentif nakes dari Pemkot masih kurang Rp8 miliar

Baca juga: Total 97 pekerja proyek apartemen Sudirman Suites positif COVID-19
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021