Kemenag buka formasi untuk 10.819 calon ASN

Kemenag buka formasi untuk 10.819 calon ASN

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Nizar. ANTARA/HO-Kemenag/am.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama membuka formasi untuk 10.819 calon aparatur sipil negara (CASN) yang terbagi menjadi dua yakni, calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) dan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
 

"Kemenag tahun ini membuka seleksi untuk 9.458 CPPPK dan 1.361 CPNS. Jadi total formasinya ada 10.819 formasi CASN yang dibuka seleksinya tahun ini," ujar Sekjen Kemenag Nizar dalam keterangan tertulisnya, Rabu.
 

Menurut Nizar, 9.458 formasi CPPPK dikhususkan bagi eks tenaga honorer K-2 yang sudah terdaftar namanya. Sedang untuk 1.361 CPNS, formasinya terbagi dalam formasi umum dan formasi khusus.
 

Formasi umum adalah pelamar lulusan perguruan tinggi yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan persyaratan. Sedangkan Formasi Khusus, terdiri dari tiga kelompok. Pertama, putra/putri lulusan terbaik yaitu pelamar dengan kriteria lulusan dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri dengan predikat kelulusan cumlaude.
 

Jenjang pendidikan paling rendah sarjana, tidak termasuk diploma IV dan berasal dari perguruan tinggi terakreditasi A/unggul dan program studi terakreditasi A/unggul pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah.
 

Kedua, pelamar yang berkebutuhan khusus/disabilitas dengan kriteria mampu melaksanakan tugas jabatan formasi yang dilamar sesuai dengan tingkat disabilitasnya yang dibuktikan dengan surat keterangan yang menyatakan jenis dan derajat kedisabilitasannya dari pihak yang berwenang.
 

Ketiga, putra/putri Papua dan Papua Barat, yaitu pelamar dengan kriteria harus merupakan keturunan Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak dan/atau ibu asli Papua/Papua Barat) yang dibuktikan dengan akte kelahiran dan/atau surat keterangan lahir yang bersangkutan dan diperkuat dengan surat keterangan dari kepala desa/kepala suku.
 

“Sebarannya, ada 1,193 formasi umum, 137 formasi lulusan terbaik, 28 formasi penyandang disabilitas, dan tiga formasi putra/putri Papua/Papua Barat," ujar Nizar.
 

Pendaftaran seleksi penerimaan calon Aparatur Sipil Negara melalui laman resmi yang disediakan oleh Badan Kepegawaian Negara, yaitu melalui https://sscasn.bkn.go.id/. Pendaftaran dibuka mulai 7 Juli hingga 21 Juli.
 

Nizar menjelaskan ada tiga tahapan seleksi yang akan dilakukan. Pertama, seleksi administrasi yang dilakukan sejak proses pendaftaran. Hasil seleksi administrasi ini akan diumumkan pada 28-29 Juli 2021.
 

Kedua, seleksi kompetensi dasar (SKD). Tahap ini dilakukan dengan Computer Asested Test (CAT) dengan bobot nilai 40 persen. SKD terdiri atas tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP).
 

"SKD dilaksanakan 25 Agustus sampai 4 Oktober 2021. Hasilnya diumumkan 17 sampai 18 Oktober 2021," katanya.

Baca juga: Kemenpan: 570 instansi pemerintah buka rekrutmen CASN 2021

Baca juga: Kemenpan RB terbitkan aturan terbaru pembatasan mobilitas dan cuti ASN

 

Ketiga, seleksi kompetensi bidang (SKB) dengan bobot nilai 60 persen. SKB terdiri atas praktik kerja (bobot 35 persen), psikotes (35 persen), dan wawancara komitmen kebangsaan dan moderasi beragama (30 persen).
 

"Pelaksanaan SKB pada 8 sampai 29 November 2021. Hasil SKD selanjutnya akan diintegrasikan dengan hasil SKB. Pengumuman kelulusan 18 sampai 19 Desember 2021," kata Nizar.
 

Formasi CPNS Kemenag tahun 2021 tersebar pada 123 satuan kerja, terdiri atas sembilan eselon I pusat, 32 Kanwil Kemenag Provinsi, 16 Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Hindu Negeri (UHN) Denpasar, 32 Institut Agama Islam Negeri (IAIN), tiga Institut Agama Kristen Negeri (IAKN).
 

Kemudian, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Palangkaraya, enam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), empat Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN), Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKATN) Pontianak, dua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri, dua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri, dua Balai Litbang Agama, lima Balai Diklat Keagamaan, dan tujuh Asrama Haji Embarkasi.
 

"Pelamar formasi jabatan pada satuan kerja Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) wajib memiliki keahlian dalam Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan hasil tes TOEFL dengan skor minimal 450/hasil tes IIELTS dengan skor minimal 4.0, dikecualikan untuk formasi jabatana analis laporan keuangan pada BPJPH," katanya.

Baca juga: Kemenpan-RB tetapkan 8.371 formasi PPPK guru untuk Sulsel

Baca juga: Pemprov Sulsel siapkan tujuh formasi CPNS untuk disabilitas

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021