PDIP ingin tampilkan praktik rakyat di desa jalankan Pancasila

PDIP ingin tampilkan praktik rakyat di desa jalankan Pancasila

Wisatawan mengunjungi Rumah Kebangsaan Pancasila di Desa Jogjogan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/6/2021). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/rwa. (ANTARA/ARIF FIRMANSYAH)

Jakarta (ANTARA) -
DPP PDI Perjuangan ingin menampilkan praktik rakyat menjalankan Pancasila di desa melalui Festival Pahlawan Desa yang diinisiasi oleh
Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP.
 
"Dengan ini, kita ingin mengajak kembali bagaimana nilai-nilai keragaman berbudaya, bahwa Pancasila dalam praktik sebenarnya terus hidup di masyarakat, khususnya di pedesaan," kata Ketua BKNP PDIP Aria Bima dalam launching Festival Pahlawan Desa secara virtual, di Jakarta, Sabtu.
 
Ia mengatakan, PDIP ingin ada tampilan desa di ruang publik, khususnya di media sosial, karena saat ini pihaknya melihat betapa dominannya ruang individualisme, apatisme, dan hedonisme, yang sudah masuk ke desa.
 
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, festival yang memperebutkan Piala Megawati Kawal Pancasila dari Desa itu membuktikan betapa pentingnya politik yang membangun kebudayaan bagi PDIP.
"Kegiatan Piala Megawati Kawal Pancasila dari Desa ini berakar dari politik kebudayaan kita, politik kebudayaan nasional kita yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum," kata Hasto dalam siaran persnya.
 
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan, Tri Rismaharini, mengatakan saat ini memang sedang pandemi COVID-19, namun diyakini rakyat masih bisa terus menggali nilai-nilai Pancasila yang sebenarnya, khususnya di pedesaan.
 
Sebagai mantan Walikota Surabaya, Risma mengatakan dirinya masih ingat bagaimana para ketua RW di kota itu yang dulu membangun sendiri ruang isolasi mandiri di awal-awal pandemi COVID-19.
 
"Saya ingat, ada yang di balai RT, ada di rumah-rumah kosong, lalu kemudian mereka secara tanggung renteng menyisipkan satu sendok beras dikumpulkan untuk diberikan kepada saudara-saudara di kampung mereka yang saat itu terkena COVID-19," kata Risma.
 
Jadi, tambah dia, sebetulnya budaya ini adalah budaya yang luar biasa.
 
"Maka dengan apa yang dilakukan lewat Festival Pahlawan Desa ini akan bisa kita lihat banyak sekali yang sudah dilakukan oleh tokoh masyarakat ataupun anak-anak muda yang menginspirasi lingkungannya," ujar Risma.
 
Masyarakat diharapkan dapat ikut mengirimkan karyanya hingga 31 Juli 2021 dan bisa memperebutkan hadiah sebesar Rp 325 juta serta Piala Megawati Kawal Pancasila dari Desa.
 
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021