Pemkab Gorontalo Utara dorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM

Pemkab Gorontalo Utara dorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM

Wabup Gorontalo Utara, Thariq Modanggu (duduk) dalam kunjungannya di kantor Disperindagkop dan UMKM setempat. (ANTARA/HO)

Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tersebut melalui pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Kita memiliki 5.600 pelaku UMKM tersebar di 11 kecamatan. Itu data Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM daerah ini per Juni 2021," kata Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu di Gorontalo, Sabtu.

Menurut dia, hal penting yang perlu dilakukan di masa pandemi COVID-19 ini adalah berupaya menumbuhkan perekonomian melalui UMKM.

Jika mengandalkan sektor pariwisata, tentu tidak memungkinkan. "Sebab pariwisata menjadi sektor unggulan yang paling terkena pembatasan kegiatan masyarakat," katanya.

Karena itu kegiatan ekonomi di era pandemi adalah menjadikan UMKM sebagai alternatif dalam meningkatkan gairah perekonomian daerah.

"Saya mendatangi dan mengecek langsung ke Dinas Perindagkop dan UMKM untuk mengetahui data jumlah, termasuk program intervensi yang telah dilakukan dalam menggairahkan kegiatan UMKM di daerah ini khusus di masa pandemi COVID-19," katanya.

Baca juga: BPP Kemendagri apresiasi inovasi produk UMKM Gorontalo Utara
Baca juga: BPS: pelaku UMKM Gorontalo Utara perlu didorong manajemen permodalan


Pemkab perlu memiliki data perkembangan, profil dan klaster usaha termasuk program dari  pembinaan yang dilakukan.

"Kita pun perlu menyusun instrumen monitoring dan evaluasi khususnya untuk memantau keberlangsungan dan kegiatan produksi UMKM. Data juga penting untuk perencanaan pembinaan UMKM," katanya pula.

Termasuk menginisiasi digelarnya rapat koordinasi (rakor) terpadu untuk pengembangan UMKM yang perlu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan dunia usaha. "Serta upaya meningkatkan jalur pemasaran dan peningkatan produksi, termasuk peta jalan (roadmap) untuk pembinaan UMKM," katanya.

Pemkab pun sangat penting untuk mengintervensi UMKM unggulan yang produktif, menyerap tenaga kerja dan keberlanjutannya terjaga agar dapat diberi penghargaan (award) dalam memotivasi kegiatan ekonominya.

"Di era pandemi COVID-19 ini, UMKM sangat disadari menjadi tumpuan pengembangan ekonomi masyarakat. Karena itu keberadaan UMKM perlu dijaga termasuk tepat menjadi 'pilot project' dalam mengembangkan perekonomian lokal agar lebih maju," katanya.
 
Pewarta : Susanti Sako
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021