Nelayan Gorontalo Utara yang hilang telah ditemukan

Nelayan Gorontalo Utara yang hilang telah ditemukan

Wakil Ketua I DPRD, Roni Imran (kemeja putih) bersama pihak Pencarian dan Pertolongan Basarnas Gorontalo, Tagana dan pihak terkait berada di Posko Pemantauan dan Informasi Pencarian ABK Kapal Mina Maritim 138 di PPI Gentuma. (ANTARA/Susanti Sako)

Gorontalo (ANTARA) - Nelayan asal Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yang merupakan anak buah kapal (ABK) KM Mina Maritim 138 berkekuatan 32 Gross Ton (GT) yang hilang dihantam gelombang pada Jumat (16/7) telah ditemukan.

"Kami menerima informasi dari Kapten Kapal Fhoyager asal Bitung yang akan menuju Sangata, berhasil menemukan 1 dari 4 nelayan tersebut pada pagi ini pukul 06.45 WITA," kata Wakil Ketua I DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran, di Gorontalo, Senin.

Pihaknya bersama anggota Komisi II DPRD setempat, Dedi Dunggio, terus berada di Posko Pemantauan dan Informasi Pencarian ABK Kapal Mina Maritim 138, di kantor Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Gentuma, untuk mendorong upaya percepatan pencarian dan penyelamatan.

"Alhamdulillah sudah ada yang ditemukan meskipun baru 1 orang, saat ini upaya evakuasi korban selamat itu sedang diupayakan agar dapat dibawa ke Desa Lomuto, Kecamatan Palele, Sulawesi Tengah, atau wilayah daratan terdekat," katanya.

Baca juga: SAR Pontianak cari nelayan hilang kontak dampak cuaca buruk

Baca juga: SAR Kupang kerahkan 17 personel cari dua nelayan hilang di Sabu Raijua


Pihaknya pun kata dia, telah berkomunikasi langsung dengan Kapten Kapal Fhoyager yang menginformasikan koordinat lokasi penemuan salah satu korban selamat tersebut yaitu di Utara (North) 01.10.00 dan Timur (East) 121.38.69.

Informasi yang diterima dari pihak Pencarian dan Pertolongan Basarnas Gorontalo, bahwa lokasi tersebut dekat dengan Desa Lokodidi di perairan Buol, Sulawesi Tengah.

"Kita memohonkan bantuan dari seluruh pihak, baik kapal-kapal terdekat maupun pemerintah daerah tetangga terkait upaya penyelamatan tersebut," katanya lagi.

DPRD, kata dia, berinisiatif berkoordinasi bergerak cepat sebab para nelayan dipastikan dalam kondisi sangat kelelahan karena telah berada di lautan selama 4 hari.

"Masih ada 3 nelayan lagi yang perlu diselamatkan. Mereka manusia, pejuang keluarga maka kita wajib bergerak cepat melakukan penyelamatan," ujar Roni.

KM Mina Maritim 138 asal Gentuma Raya, merupakan kapal ikan asal Kecamatan Gentuma, yang dihantam gelombang pada Jumat (16/7) di 15 mil perairan Sumalata Timur atau dari kawasan Pulau Raja.

Empat nelayan tersebut jatuh ke laut setelah sampan motor cepat KM Mina Maritim 138 dihantam gelombang dan merusak hidrolik kapal yang memuat 14 ABK lainnya.*

Baca juga: Seorang nelayan hilang kontak di perairan Bintan ditemukan selamat

Baca juga: Kapal terbalik sebabkan tiga nelayan hilang di laut Garut

 
Wakil Ketua I DPRD, Roni Imran (kemeja putih) bersama pihak Pencarian dan Pertolongan Basarnas Gorontalo, Tagana dan pihak terkait berada di Posko Pemantauan dan Informasi Pencarian ABK Kapal Mina Maritim 138 di PPI Gentuma. (ANTARA/Susanti Sako)
Pewarta : Susanti Sako
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021