APP Sinar Mas distribusikan 85,8 ton oksigen dari Sumsel ke Jawa Barat

APP Sinar Mas distribusikan 85,8 ton oksigen dari Sumsel ke Jawa Barat

Gubernur Sumsel Herman Deru melepas empat ISO tank dengan nett gross volume sekitar 85,8 ton oksigen cair di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (25/7/2021). ANTARA/M Riezko Bima Elko P/am.

Sumatera Selatan (ANTARA) - PT Asia Pulp And Paper (APP) Sinar Mas melalui pilar usahanya PT OKI Pulp And Paper di Sumatera Selatan mendistribusikan 85,8 ton oksigen ke Jawa Barat.

Gubernur Sumsel Herman Deru melepas keberangkatan unit mobil tanki di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Minggu.

"Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara khusus minta didistribusikan oksigen ini segera, sebab di sana kekurangan oksigen untuk merawat pasien COVID-19," kata Herman Deru.

Baca juga: Kemenperin mobilisasi pasokan oksigen nasional untuk pasien COVID-19

Baca juga: Pemerintah Provinsi Jawa Timur terima bantuan 9 ton oksigen cair

Puluhan ton oksigen cair tersebut didistribusikan untuk memenuhi ketersediaan oksigen medis di semua rumah sakit atau tempat perawatan pasien COVID-19 di Provinsi Jawa Barat.

Sementara, stok oksigen untuk pasien COVID-19 di Sumatera Selatan saat ini terbilang mencukupi. "Setiap rumah sakit di Sumatera Selatan sudah di suplai dari APP Sinar Mas ini juga," imbuhnya.

Sementara itu, Managing Director APP Sinar Mas Saleh Husin mengatakan pengiriman ke Jawa Barat ini menggunakan empat ISO tank dengan nett gross volume sekitar 85,8 ton oksigen cair.

Oksigen ini diproduksi oleh perusahaan pilar usaha Sinar Mas, PT OKI Pulp and Paper yang beroperasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

"Ini murni program CSR untuk membantu pemerintah dalam penanganan COVID-19, bukan hanya di Jawa Barat, ada beberapa provinsi lain seperti Riau, Jambi dan daerah di pulau Jawa, dan khususnya Sumatera Selatan," kata dia.

Baca juga: Luhut minta penambahan oksigen untuk pasien COVID-19 dipercepat

Ia memastikan APP Sinar Mas akan senantiasa membantu pengadaan liquid oksigen dan gas oksigen secara stimulan ke setiap daerah. Hal ini dapat dilakukan karena perusahaan mempunyai persediaan yang lebih dari cukup.

"Perusahaan memiliki produksi oksigen sendiri untuk memenuhi kebutuhan barang produksi kami," ujar dia.

Pewarta : Muhammad Riezko Bima Elko
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021