KCI beri sertifikat UNESCO pada anak berbakat dalam promosi budaya

KCI beri sertifikat UNESCO pada anak berbakat dalam promosi budaya

Dokumentasi anak-anak yang membawakan tari tradisional Indonesia melalui Kiny Cultura Indonesia, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO- Humas KCI

Jakarta (ANTARA) - Kiny Cultura Indonesia (KCI) memberikan sertifikat internasional dari CID UNESCO bagi anak-anak berbakat dalam mempromosikan budaya serta telah menyelesaikan 150 jam latihan tarian tradisional.

“Sertifikat CID UNESCO ini diberikan pada anak yang telah menyelesaikan 150 jam latihan tarian tradisional dalam pengawasan Kiny Cultura Indonesia dan pelatihan tarian dari sanggar Gema Citra Nusantara,” ujar Direktur Edukasi dan Kebudayaan KCI, Kiki Puspita Sari, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Dia menambahkan walaupun pandemi COVID-19 melanda, dunia anak-anak yang mengikuti program misi budaya tetap semangat dalam menggapai rekam jejak prestasi.

“Sertifikat CID UNESCO ini berlaku di 150 negara dan berguna untuk jenjang pendidikan,” tambah dia.

Selain dari CID UNESCO, anak-anak yang tergabung dalam program misi budaya itu juga mendapat penghargaan dari festival yang mereka ikuti yaitu sertifikat penghargaan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, sertifikat penghargaan dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Dinas kebudayaan serta Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta sebagai dukungan dan atas kerja keras anak-anak tersebut dalam berlatih, melestarikan, dan mempromosikan budaya Indonesia pada saat pandemi COVID-19.

Baca juga: Kemendikbud : pantun penting untuk penguatan karakter
Baca juga: UNESCO tetapkan pantun sebagai warisan budaya dunia takbenda

Ia menjelaskan, sertifikat tersebut dapat digunakan sebagai rekam jejak prestasi dan untuk Pendidikan lanjutan, Selain itu anak tersebut mendapatkan endorsement dari Kiny Cultura Indonesia dalam Misi Budaya selanjutnya, mengikuti kegiatan-kegiatan internasional dari CID UNESCO, mengikuti kegiatan promosi kebudayaan di Indonesia dan keanggotaan selama tiga tahun untuk CID UNESCO.

“Budaya Indonesia harus ditanamkan pada anak-anak usia dini karena merupakan bagian dari nilai-nilai bangsa. Penting menciptakan generasi muda yang unggul untuk Indonesia maju, bukan hanya pintar dalam studi atau juara kompetisi, namun lebih utama generasi muda yang berbudaya, beradab dan bermoral yang merupakan benteng utama manusia. Moral melandasi cara berpikir dan berbuat, sedangkan adab melandasi cara melaksanakan pikiran atau cara bertindak,” jelas dia.

Kiki menambahkan pemberian sertifikat itu diselenggarakan untuk mengapresiasi anak-anak yang terus bersemangat berlatih, melestarikan budaya Indonesia.

Baca juga: Kemendikbud ajak lestarikan batik sebagai branding bangsa
Baca juga: UNESCO tetapkan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda

Pewarta : Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021