Cakupan vaksinasi Sulsel baru mencapai 20 persen

Cakupan vaksinasi Sulsel baru mencapai 20 persen

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dari rumah ke rumah oleh pihak BIN di Makassar guna meningkatkan cakupan vaksinasi di Indonesia. ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat cakupan vaksinasi hingga tanggal 2 Agustus 2021 di Sulsel mencapai 20,31 persen pada pemberian dosis satu, sedangkan cakupan vaksinasi dosis dua baru di angka 9,30 persen.

Kepala Bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dr Muhammadong di Makassar, Rabu mengemukakan bahwa rendahnya cakupan vaksinasi tidak bisa disamakan dengan tingkat kinerja Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap pelayanan vaksinasi.

Sebab kata dia, vaksinasi sangat tergantung dengan jumlah vaksin yang dikirim oleh pemerintah pusat untuk masyarakat Sulsel. Karena itu pula, maka terjadi ketimpangan capaian cakupan vaksinasi pada dosis satu dengan dosis dua.

"Cakupan vaksinasi memang rendah jika diukur dengan target yang ingin kita capai. Tetapi target kinerja kami telah mencapai 95 persen terhadap alokasi dan distribusi vaksin yang telah dikirim pemerintah pusat," ujarnya.

Baca juga: Kota Makassar tertinggi penambahan kasus COVID-19 di Sulsel
Baca juga: Pemprov dan BPK Sulsel periksa kinerja vaksinasi


Ia menjelaskan, hingga 2 Agustus 2021, total masyarakat Sulsel yang telah divaksin dosis satu sebanyak 1.433.173 orang (20,31 persen) dan yang telah divaksin dosis dua baru sebanyak 656.213 (9,30 persen).

Vaksinasi COVID-19 di Sulsel menargetkan sebanyak 7.057.525 orang terdiri dari petugas kesehatan 58.858 orang, petugas publik 694.447 orang, lansia 753.303, masyarakat umum atau rentan 4.571.997 dan remaja 978.890 orang.

"Jika mau lihat teman-teman yang bekerja, harus melihat berapa banyak vaksin yang dikirim. Jadi kenapa sedikit karena sedikit pula vaksin dari pusat," tambah dia.

Maka Muhammadong berharap distribusi vaksin berjalan lancar, karena vaksin yang dibutuhkan jauh dari ketersediaan vaksin. Hal ini berakibat pada banyaknya masyarakat yang mendapat vaksin dosis dua mereka melampaui tempo atau waktu yang ditentukan.

"Bisa kita bayangkan jika masyarakat dijanjikan untuk dosis dua, kemudian tidak ada vaksin. Tentu menimbulkan kekecewaan. Tetapi sekarang sudah kembali terdistribusi dan semoga bisa menyembuhkan kekecewaan mereka," kata Muhammadong.

Guna cakupan vaksinasi kedua terus meningkat, Muhammadong menyebut ada tiga skema yang disiapkan oleh Dinkes Sulsel yakni berharap distribusi lancar sebagai kunci utama pelaksanaan vaksinasi, distribusi vaksin disegerakan, serta memperlebar target vaksin pertama sebab diakui di daerah sudah banyak sasaran yang jauh lewat temponya.

Baca juga: Sulsel mulai berikan vaksin COVID-19 dosis III bagi nakes
Baca juga: Satgas COVID-19: BOR RS Pemprov Sulsel masih di bawah 70 persen
Baca juga: Pemprov Sulsel prioritas vaksinasi di kawasan Mamminasata
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021