40 KK orang rimba divaksinasi di Sungai Dayo Muarojambi

40 KK orang rimba divaksinasi di Sungai Dayo Muarojambi

Seorang ibu bersama bayi nya yang merupakan orang rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) yang ikuti vaksinasi untuk pencegahan COVID-19.(ANTARA/Nanang Mairiadi).

Jambi (ANTARA) - Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) orang rimba atau Suku Anak Dalam (SAD), mengikuti vaksinasi yang digelar Polres Muarojambi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat yang dilaksanakan desa terujung di Desa Sungai Dayo, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi. Kamis.

Pantauan di lapangan, antusias warga tampak saat mengantre untuk menunggu giliran disuntik vaksin dengan protokol kesehatan atau prokes dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.

Tampak juga sejumlah warga orang rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Desa Sungai Dayo juga ikut antrian untuk disuntik vaksin.

Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja mengatakan kesadaran warga Desa Sungai Dayo untuk mengikuti vaksin cukup tinggi termasuk warga SAD, maka dari itu difokuskan tidak hanya di Puskesmas, namun juga mengunjungi warga untuk divaksinasi di Kantor Desa.

Baca juga: Satgas COVID-19 Batanghari vaksinasi warga Suku Anak Dalam

Baca juga: Forum Kemitraan sosialisasi pencegahan COVID-19 ke Suku Anak Dalam


"Warga sangat antusias mengikuti vaksinasi, dari jumlah 350 Kepala Keluarga (KK) yang ada di desa Sungai Dayo sebagian sudah ada yang mengikuti vaksin," kata Yuyan.

Untuk warga SAD di Desa Sungai Dayo sendiri, pihaknya telah melakukan sosialisasi untuk mengikuti vaksinasi. Ada sebagian warga SAD yang ikut divaksinasi.

"Ada sekitar 40 warga SAD yang mengikuti vaksinasi, sebagian lagi sudah ada yang ingin namun masih ada yang di dalam hutan. Kita tunggu mereka kembali ke Desa untuk mengikuti vaksinasi," kata Kapolres Muarojambi, AKBP Yuyan Priatmaja.

Kapolres menuturkan jika antusias masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti vaksinasi, maka pihaknya akan menyiapkan beberapa tim mengunjungi warga untuk dilaksanakan kegiatan vaksinasi seperti di Kantor Desa hingga pemukiman warga pelosok.

Untuk target warga yang di vaksin di Kabupaten Muarojambi sebanyak 70 persen dari jumlah penduduk sebanyak 422 ribu orang.

"Target kita 305 ribu orang di Kabupaten Muarojambi di suntik vaksin. Hingga saat ini, baru sekitar 18 persen sekitar 69 ribu orang," kata AKBP Yuyan Priatmaja.

Dengan keterbatasan yang ada dan wilayah yang luas serta penduduk yang banyak, Polres Muarojambi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pemprov Jambi dan Muarojambi terus berupaya untuk mengadakan vaksinasi agar seluruh warga dapat disuntik vaksin.

"Tenaga medis terbatas, namun kita tetap berupaya memaksimalkan, Kita juga telah mengajukan tenaga media kontrak dengan Dinas Kesehatan Muaro Jambi agar vaksinasi dapat terlaksana setiap hari. Semoga saja bisa diberikan secara khusus bantuan tenaga medis tersebut," kata Yuyan.

Sementara itu, Imron selaku Kepala Desa Sungai Dayo mengatakan selama Covid-19 menyerang Indonesia, alhamdulillah warganya belum ada yang terpapar virus tersebut

"Sampai saat ini belum ada yang dinyatakan positif," katanya.

Dengan adanya Program dari Pemerintah yakni Vaksin massal di Desanya, dirinya berharap agar seluruh warganya ikut dan mau untuk divaksinasi.

"Harapannya seluruh masyarakat saya bisa divaksinasi," kata Imron.

Khusus di Desa Sungai Dayo terdapat sebanyak 552 orang Jiwa, dari 153 Kepala Keluarga (KK) yang mengikuti vaksinasi, 60 KK diantaranya warga Suku Naka Dalam (SAD).

"Target hari ini 40 KK warga SAD yang disuntik vaksin, dari 4 Tumenggung yang berada di RT 1, RT 4 dan RT 5. dan sebagian SAD juga sudah ada yang disuntik vaksin di Puskesmas," katanya.

Untuk membujuk warga SAD agar mau disuntik bukanlah mudah, banyak warga SAD yang tidak mau datang ke Kantor Desa untuk disuntik, dan bahkan ada juga warga SAD yang takut disuntik.

"Kendalanya itu, banyak warga suku anak dalam yang tidak mau datang dan ada juga yang takut disuntik. Tapi kita juga sudah turun langsung ke rumah-rumah mensosialisasikan dengan kepala Puskesmas akan pentingnya vaksin ini," kata Imron.*

Baca juga: Kemensos terus lakukan perbaikan data penerima bantuan sosial
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021