Kelurahan Kebagusan manfaatkan lahan kosong jadi "urban farming"

Kelurahan Kebagusan manfaatkan lahan kosong jadi

Ibu-Ibu RW 08 mulai menanam bibit cabai di lokasi "urban farming" Kebagusan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/8/2021). ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu memanfaatkan lahan kosong seluas 1000 meter persegi menjadi area pertanian perkotaan (urban farming) dengan aneka jenis sayur.

Sekretaris Kelurahan Kebagusan Mohammad Yohan, saat dihubungi di Jakarta Selatan, Kamis, mengatakan pemanfaatan lahan tersebut bertujuan untuk mengurangi lokasi pembuangan sampah di wilayahnya.

"Jadi, lahan kosong yang ada di RT 07/RW 08 itu ditanami cabai, singkong, kangkung, sayur pak coy dan selada. Jangan sampai ada lagi yang buang sampah di situ dan itu memang warga kita menyambut positif. Jadi benar-benar hijau nih di Kebagusan," kata dia.

Dia menuturkan bahwa saat ini hasil panen masih diperuntukkan bagi warga setempat sebagai salah satu strategi ketahanan pangan lokal di tengah pandemi.

Baca juga: Karang Taruna di Jaksel memasarkan 300 kg hasil tani ke pasar modern

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa pihaknya akan memaksimalkan hasil panen dengan menggandeng PT. East West Seed Indonesia mengadakan pelatihan pertanian perkotaan selama tiga bulan ke depan.

Nantinya, kata Yohan, perusahaan tersebut akan mendampingi warganya mulai dari penyemaian benih sayur hingga pemasarannya.

"Bagi ibu-ibu RT 07/ RW 08 juga mendapat bibit cabai dari cap panah merah dan akan dapat pendampingan mulai dari proses semai, penanaman hingga distribusi setelah panennya," ujarnya

Sebagai langkah awal, PT. East West Seed Indonesia mendistribusikan bibit cabai merah yang akan menjadi bahan pelatihan selama beberapa minggu ke depan.

Baca juga: Sudin KPKP Jaktim panen kangkung 100 kg dari hasil "urban farming"

"Bibit cabai untuk awal. Karena kan ini prosesnya cepat. Nanti akan ditambah juga dengan bibit lain sesuai 'request'. Jadi, praktik langsung, untuk sementara ini dikasih dulu untuk tanam, baru dua minggu lagi evaluasinya," tambahnya.
 
Pewarta : Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021