DKI kejar persentase kasus positif COVID-19 ideal

DKI kejar persentase kasus positif COVID-19 ideal

Sejumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 bermain bola basket di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (17/8/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengejar persentase kasus positif COVID-19 dalam sebuah populasi (positivity rate) ideal di bawah lima persen dengan memanfaatkan peran kader Dasawisma tingkat RT/RW di Ibu Kota.

Positivity rate rata-rata satu minggu saat ini sudah 7,6 persen. Angka batas aman itu di bawah 10 persen tapi yang ideal di bawah lima persen,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika menghadiri vaksinasi ibu hamil Indonesia di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Menurut dia, strategi yang dilakukan adalah mengerahkan kader Dasawisma untuk menjangkau kawasan perkampungan termasuk warga yang sebagian besar tidak melakukan mobilitas di luar rumah.

“Dasawisma PKK, mereka ibu-ibu Dasawisma yang membawahi 10 sampai 20 kepala keluarga (KK). Mereka mendatangi, mengajak untuk vaksinasi. Itu strategi utama karena mayoritas mereka belum divaksin adalah orang mobilitas rendah,” imbuhnya.

Saat ini, jumlah vaksinasi di DKI Jakarta dosis pertama mencapai 9,19 juta atau sudah 102,8 persen dari target 8,94 juta warga di Ibu Kota.

Baca juga: Persentase kasus positif COVID-19 di DKI ditargetkan di bawah 5 persen

Adapun sasaran vaksinasi di Jakarta yakni sebanyak 8,94 juta sesuai data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta.

Sedangkan jumlah warga di DKI yang sudah menjalani vaksinasi dosis kedua adalah 4,44 juta orang.

Namun, lanjut dia, dari hampir 9,2 juta vaksinasi dosis pertama di DKI Jakarta itu, sebanyak 40 persen di antaranya bukan warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.

Artinya, lanjut dia, ada sekitar tiga juga warga DKI Jakarta yang belum menjalani vaksinasi.

Saat ini, DK Jakarta menambah target vaksinasi menjadi 11 juta yang diharapkan menjangkau tiga juga warga ber-KTP DKI yang belum divaksinasi.

Baca juga: Anies sebut kasus COVID-19 di Jakarta sudah melandai

Selain menurunkan rasio kasus positif, lanjut dia, agar pandemi COVID-19 di Jakarta dapat dikatakan terkendali dan juga harus menurunkan angka reproduksi (Rt) yang saat ini sudah mencapai angka stabil yakni 1,00.

“Kami ingin Rt turun 0,9, 0,8, 0,7 karena dengan begitu artinya jumlah orang terkena menjadi lebih kecil, saat ini angka itu (Rt) belum berubah,” katanya.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, persentase kasus positif COVID-19 selama satu pekan per 17 Agustus 2021 mencapai 7,6 persen dari total 104.122 orang yang dites usap berbasis PCR di Jakarta selama sepekan.

Meski jumlah tes PCR sudah mulai menurun seiring kasus aktif dan positif COVID-19 di Jakarta yang mulai menurun, namun jumlah tes PCR selama sepekan itu mencapai 10 kali lipat dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) per pekan mencapai 10.645 tes.

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021