Gus Muhaimin ingin kebudayaan menjadi lokomotif pembangunan Indonesia

Gus Muhaimin ingin kebudayaan menjadi lokomotif pembangunan Indonesia

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin). ANTARA/HO-Humas DPR

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) menginginkan kebudayaan bisa menjadi lokomotif pembangunan Indonesia, selain sektor ekonomi.

Gus Muhaimin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat, menyatakan setuju dengan gagasan yang menyatakan budaya sebagai lokomotif yang tidak terpisahkan dengan pembangunan ekonomi, sosial, dan pembangunan lainnya.

Hal itu disampaikannya, dalam acara yang dikemas dengan tema ‘Gus Muhaimin Mendengar’, dialog dan silaturahim secara virtual dengan tokoh adat, budayawan, agama, serta masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel).

“Saya setuju sekali dengan gagasan untuk meletakkan budaya sebagai lokomotif atau mainstream pembangunan yang tidak terpisahkan dengan ekonomi, sosial, dan pembangunan lainnya,” kata Gus Muhaimin.

Pada acara tersebut, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar juga mengapresiasi masyarakat Sumsel yang telah menjaga persatuan dan kesatuan.

Menurutnya, Sumsel dibangun dengan budaya kebinekaan yang sangat kokoh.

“Sumatera Selatan memang dahsyat dalam menjaga persatuan dan kesatuan, dimana kebinekaan sangat nyata, dari berbagai suku, agama, dan golongan yang bermacam-macam, tapi memang sangat kokoh,” kata Gus Muhaimin.

Gus Muhaimin juga sempat menanggapi soal pesantren pada kegiatan ‘Gus Muhaimin Mendengar’.

Gus Muhaimin menyampaikan,pemerintah pusat atau Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan perhatian kepada pondok pesantren.

“Pak Jokowi sudah memulai soal pesantren, yang lain tinggal menindaklanjuti. Kita apresiasi Presiden Jokowi yang telah berkomitmen dalam mendukung pesantren. Kita akan dorong terus. Saat pandemi ini, pesantren masih konsisten dan bertahan, pesantren tetap melakukan tatap muka dan berlangsung normal,” katanya pula.

Salah satu tokoh masyarakat Sumsel yang juga Ketua Asosiasi Raja-Sultan, Sultan Iskandar Mahmud Badarudin menyampaikan aspirasinya dalam acara tersebut.

Ia meminta Gus Muhaimin agar terus memperjuangkan RUU Masyarakat Adat.

“Eksistensi desa/dusun serta masyarakat adat harus diakui dan diberikan keberlangsungan kehidupan oleh negara sesuai konstitusi,” katanya.

Lalu, Budayawan Sumsel Vebri al Lintani menyampaikan pembangunan ekonomi dan sosial-budaya harus beriringan.

Menurutnya, di Sumsel kekuatan budaya termasuk kerajaan budaya menjadi akar utama pembangunan di masyarakat.

“Mestinya seiring berjalan pembangunan ekonomi dan sosial-budaya. Khususnya di Sumsel kekuatan budaya (kerajaan) menjadi akar utama pembangunan bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, tokoh agama yang juga Ketua RMI NU Sumsel KH M Syarif Chumas Asyawali yang menyampaikan bahwa perda pesantren perlu dukungan penuh dari pemerintah pusat. Di Sumsel, katanya, lebih dari 400 pesantren yang butuh sentuhan pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia.

“Perlu dorongan Perda Pesantren untuk Sumsel dari pemerintah pusat, agar ada efek positif bagi pesantren di Sumsel,” ujarnya.

Pengamat politik Bagindo Togar juga mengapresiasi acara Roadshow Politik Kesejahteraan "Gus Muhaimin Mendengar".

“Aktivitas dan strategi politik kesejahteraan Gus Muhaimin dengan Roadshow Politik Kesejahteraan cukup bagus, serap langsung apa yang menjadi keluh kesah masyarakat, meski digelar secara daring,” ujarnya pula.
Baca juga: Kelompok disabilitas curhat ke Gus Muhaimin soal sulit diterima kerja
Baca juga: Muhaimin: Semangat perjuangan Gus Dur jadi inspirasi hadapi pandemi
Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021