Reformasi sistem pelayanan kesehatan kunci hadapi pandemi

Reformasi sistem pelayanan kesehatan kunci hadapi pandemi

Tangkapan layar Budi Gunadi Sadikin saat hadir secara virtual menyampaikan keterangan pers melalui YouTube Sekretariat Presiden yang dipantau dari Jakarta, Senin (23/8/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan salah satu kunci utama bagi Indonesia untuk menghadapi pandemi adalah reformasi sistem pelayanan kesehatan.

"Tugas kita adalah melakukan transformasi besar dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia. Presiden mengatakan kepada saya, krisis global ini sekarang dimulai dengan sistem kesehatan. Jadi, ini adalah waktu terbaik bagi kita untuk melakukan transformasi besar dan reformasi layanan kesehatan," kata Menkes Budi dalam jumpa media secara daring, Senin.

Baca juga: Cegah amputasi kaki akibat komplikasi diabetes

Menteri Budi menjelaskan, dalam transformasi tersebut termasuk reformasi layanan kesehatan primer, lalu diikuti dengan layanan kesehatan sekunder.

Ia mencontohkan pasien anak-anak dengan diabetes. Menkes berharap, layanan kesehatan primer dan sekunder bisa memberikan rasa aman dan perawatan terbaik bagi pasien terutama anak-anak.

"Dan bagi pasien yang tidak dirawat di rumah sakit, mereka dapat hidup bahagia di rumah mereka dengan mendapatkan perawatan terbaik yang dapat mereka lakukan sendiri di rumah. Mereka bisa hidup dengan normal meskipun mereka telah didiagnosis dengan diabetes," ujarnya.

Lebih lanjut adalah sistem ketahanan layanan kesehatan, pendanaan atau pembiayaan, kelima adalah sumber daya manusia di bidang kesehatan, dan yang terakhir adalah reformasi teknologi kesehatan yang meliputi teknologi informasi dan biotek kesehatan.

Di sisi sistem ketahanan pelayanan kesehatan, Menkes Budi mengatakan penting bagi Indonesia untuk memiliki fasilitas produksi sendiri.

"Kita menyadari, sebagai negara terpadat nomor empat di dunia, selama pandemi ini, kita tidak bisa membiarkan fasilitas produksi tidak ada di negara kita. Karena kita melihat di masa pandemi seperti ini, dengan adanya pembatasan dan lockdown, tentu akan sangat sulit bagi sistem kesehatan kita jika tidak memiliki fasilitas produksi sendiri," jelas dia.

Menteri yang sebelumnya merupakan Wakil Menteri BUMN (2019-2020) tersebut mengatakan pemerintah juga memberikan dukungan bagi perusahaan yang berkomitmen untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia.

"Semua dukungan dari pemerintah akan diberikan kepada perusahaan yang berkomitmen untuk mendukung sistem ketahanan kesehatan Indonesia dengan membangun kapasitas produksi. Kita perlu membangun ketahanan dalam sistem perawatan kesehatan kita," papar Menkes Budi.

"Ini bukan hanya untuk persiapan menghadapi pandemi ini, tetapi juga untuk anak-anak kita agar siap menghadapi (krisis, pandemi) berikutnya, hingga juga untuk anak-anak dari anak-anak kita nantinya," ujarnya menambahkan.

Baca juga: JK kritik Menkes soal kerumitan administrasi vaksin COVID-19

Baca juga: Menkes: Permasalahan gizi balita di Indonesia masih cukup tinggi

Baca juga: Benarkah kondisi organ tubuh jadi tak sempurna usai terkena COVID-19?
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021