BPBD NTT: 26 warga terdampak dan 5 rumah rusak akibat banjir di Ngada

BPBD NTT: 26 warga terdampak dan 5 rumah rusak akibat banjir di Ngada

Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian korban banjir bandang di Kampung Wae Sugi-Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Minggu (5/9/2021) (ANTARA/Ho-Basarnas Maumere)

Labuan Bajo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPBD NTT) mencatat warga terdampak banjir bandang di Kampung Wae Sugi-Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur sebanyak 26 jiwa dengan lima rumah rusak berat.

"Banjir merusak lima unit rumah dengan 26 jiwa terdampak. Kini mereka sementara tinggal di rumah warga," kata Kepala Pelaksana BPBD NTT Ambrosius Kodo ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Selasa.

Berdasarkan data BPBD NTT, 26 jiwa terdampak terdiri dari 14 laki-laki dan 12 perempuan. Sedangkan total areal rusak sepanjang bantaran sungai Wae Sugi kurang lebih 150 meter.

Hingga hari ini pihak BPBD NTT masih berupaya untuk melakukan pencarian satu orang korban yang hilang akibat banjir Jumat malam lalu (3/9).

Pencarian korban bersama Tim SAR Gabungan akan dilakukan di bibir pantai, sekitar sungai, dan area reruntuhan rumah. Batas waktu pencarian sendiri akan bergantung pada hasil evaluasi Tim SAR Gabungan.

Sedangkan bantuan bagi rumah yang rusak akibat banjir, lanjutnya, akan diatur oleh Dinas Sosial Kabupaten Ngada.

Baca juga: Pemprov NTT bantu logistik untuk korban banjir Ngada

Baca juga: Lima rumah di Ngada tertimbun longsor

Baca juga: Wanita hamil yang hilang akibat banjir bandang Ngada ditemukan

 
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021