Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian di Indonesia

Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian di Indonesia

Anak-anak bermain di halaman sekolah dasar yang terendam banjir di Desa Petak Bahandang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Sabtu (11/9/2021). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat akumulasi data bencana alam dari awal Januari hingga akhir Agustus 2021 tercatat sebanyak 1.805 kejadian di mana bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi dengan rincian, banjir sebanyak 733 kejadian, cuaca ekstrem 475, tanah longsor 342, karhutla 205, gempa bumi 23, gelombang pasang dan abrasi 22 dan kekeringan lima. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

Anak-anak bermain di halaman sekolah dasar yang terendam banjir di Desa Petak Bahandang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Sabtu (11/9/2021). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat akumulasi data bencana alam dari awal Januari hingga akhir Agustus 2021 tercatat sebanyak 1.805 kejadian di mana bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi dengan rincian, banjir sebanyak 733 kejadian, cuaca ekstrem 475, tanah longsor 342, karhutla 205, gempa bumi 23, gelombang pasang dan abrasi 22 dan kekeringan lima. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Pewarta : Makna Zaezar
Editor: Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021