Pembelajaran tatap muka baru bisa dimulai pekan depan di Yogyakarta

Pembelajaran tatap muka baru bisa dimulai pekan depan di Yogyakarta

Arsip Foto. Siswa mengikuti Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) di Sekolah Dasar Negeri Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa (25/5/2021). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka secara terbatas baru bisa dilaksanakan mulai pekan depan karena pekan ini sekolah masih fokus melaksanakan penilaian tengah semester dan asesmen nasional.

"Saya kira untuk pekan ini masih banyak sekolah yang fokus pada pelaksanaan penilaian tengah semester dan gladi resik asesmen nasional. Dimungkinkan pembelajaran tatap muka akan dilakukan pekan depan," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Budi Ashrori di Yogyakarta, Senin.

Budi mengemukakan bahwa ada beberapa sekolah yang melaksanakan penilaian tengah semester (PTS) secara daring dan luring.

"Ada beberapa siswa yang datang ke sekolah dan justru bisa menjadi bagian dari pra-simulasi PTM," katanya.

Ia menekankan bahwa protokol kesehatan wajib dijalankan dalam pelaksanaan kegiatan di sekolah.

Budi memastikan seluruh sekolah di Kota Yogyakarta sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Indikatornya, menurut dia, cakupan vaksinasi COVID-19 pada siswa berusia 12 tahun ke atas sudah 85 persen serta cakupan vaksinasi guru dan karyawan sekolah sudah mencapai 95 persen.

Seluruh sekolah di Kota Yogyakarta juga sudah menjalani verifikasi kesiapan sarana dan prasarana penunjang penerapan protokol kesehatan dan semuanya dinyatakan memenuhi syarat untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Di samping itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta sudah melakukan survei pada orang tua siswa pada Juli mengenai pelaksanaan PTM dan hasilnya menunjukkan 62 persen responden berharap PTM bisa segera dilakukan.

"Sekolah juga diminta menyatakan kesanggupan untuk menjalankan PTM dan memberikan surat kesediaan kepada orang tua siswa untuk mengizinkan siswa mengikuti PTM," kata Budi.

Sekolah diharapkan melakukan pemeriksaan kesehatan pada siswa yang ingin mengikuti pembelajaran tatap muka.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti memastikan seluruh sekolah di Yogyakarta sudah memenuhi standar penerapan protokol kesehatan dan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

"Tetapi, yang paling penting adalah izin dari orang tua untuk anaknya bisa mengikuti pembelajaran tatap muka," katanya.

Kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas rencananya dilaksanakan bertahap dimulai dari kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dan kelas 7 sampai 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Yogyakarta.

Kepala SMP Negeri 2 Yogyakarta Widayat Umar mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolahnya diawali dengan orientasi protokol kesehatan pada siswa yang hadir di sekolah.

"Tujuannya mengenalkan siswa terkait kebiasaan-kebiasaan baru yang harus dilakukan. Baru pekan berikutnya bisa dilakukan blended learning (model pembelajaran campuran) karena ada siswa yang juga mengikuti pembelajaran secara daring," katanya.

Baca juga:
Yogyakarta berencana selenggarakan simulasi pembelajaran tatap muka

80 persen dari 3.222 sekolah di Bogor laksanakan pembelajaran tatap muka
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021