Dishub: Layanan tol laut Surabaya-NTT-Marauke tingkatkan perdagangan

Dishub: Layanan tol laut Surabaya-NTT-Marauke tingkatkan perdagangan

Ilustrasi - Kapal tol laut yang melayari penyeberangan NTT-Maluku saat berlabuh di dermaga pelabuhan Tenau Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu. (Antara/ Benny Jahang)

Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur Isyak Nusa mengatakan pengoperasian layanan tol laut dengan jalur Surabaya-NTT-Marauke dan sebaliknya membuka hubungan perdagangan langsung antara NTT dan Papua .

"Layanan kapal tol laut yang menghubungkan Surabaya dengan sejumlah daerah di NTT kemudian ke Marauke Papua yang mulai beroperasi ini tentu sangat menggembirakan karena membuka hubungan perdagangan langsung antara NTT dan Papua," katanya ketika dihubungi di Kupang, Jumat.

Ia menjelaskan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan telah membuka rute kapal tol laut yang menghubungkan Surabaya-NTT-Marauke PP per Rabu, 15 September 2021.

Saat ini kapal KM Kendhaga Nusantara 7 sedang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Pelabuhan Tenau Kota Kupang untuk mewujudkan tol laut ini. Kapal ini diperkirakan tiba di Pelabuhan Tenau pada 21 September, katanya.

Isyak Nuka menjelaskan tol laut ini akan menyinggahi sejumlah pelabuhan di NTT seperti di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Reo Kabupaten Manggarai, Waingapu Kabupaten Sumba Timur, dan Wini Kabupaten Timor Tengah Utara atau Atapupu Kabupaten Belu.

Tol laut ini, kata dia akan membawa barang-barang kebutuhan masyarakat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masuk ke Kupang, selanjutnya ke Merauke melalui sejumlah pelabuhan singgah di NTT dan sebaliknya.

"Ini tentu sangat menggembirakan bagi kita karena memberikan peluang yang baik bagi masyarakat ekonomi kita," katanya.

Isyak Nuka mengajak masyarakat NTT agar memanfaatkan peluang dari hadirnya layanan tol laut ini untuk menumbuhkan berbagai usaha ekonomi yang dimiliki.

"Silahkan masyarakat memanfaatkan peluang baik ini. Misalnya ada hasil-hasil bumi, peternakan dan lainnya dapat dipasarkan ke Papua begitu pula sebaliknya, hasil beras dari Papua bisa dipasarkan ke NTT," katanya.

Baca juga: Kemenhub optimalkan dua trayek tol laut untuk tingkatkan pelayanan

Baca juga: Layanan angkutan tol laut bantu pengusaha lokal Papua

Baca juga: Empat tahun Tol Laut, Pelni angkut 40.310 sapi dari NTT ke Jakarta
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021