Nadiem: Vaksinasi mengejar PTM bukan PTM yang mengejar vaksinasi

Nadiem: Vaksinasi mengejar PTM bukan PTM yang mengejar vaksinasi

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim berswafoto dengan peserta didik SMK N 1 Kota Jambi yang melaksanakan PTM terbatas, Selasa (21/9/2021). Nadiem Makarim menyatakan agar vaksinasi mengejar PTM, bukan PTM yang mengejar vaksinasi. (Antara/Muhamad Hanapi)

Jambi (ANTARA) - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menyatakan agar vaksinasi yang mengejar pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), bukan PTM yang mengejar vaksinasi, dengan demikian satuan pendidikan dari jenjang Paud hingga perguruan tinggi sudah dapat melaksanakan PTM terbatas di satuan pendidikan.

"Di masa pandemi COVID-19 saat ini pemerintah telah menginstruksikan untuk membuka PTM secepat mungkin, dari sekolah hingga perguruan tinggi, setelah PTM dilaksanakan vaksinasi dapat berakselerasi," kata Nadiem Makarim saat meninjau pelaksanaan PTM di SMK N 1 Kota Jambi, Selasa.

Pelaksanaan PTM terbatas di satuan pendidikan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden.  Presiden Joko Widodo mengarahkan agar satuan pendidikan level satu hingga level tiga dapat melaksanakan PTM terbatas. Dan PTM tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Baca juga: Mendikbudristek: Lagu anak berpengaruh pada tumbuh kembang anak

Dalam kunjungannya ke Provinsi Jambi Nadiem mengapresiasi semangat tenaga pendidik dan peserta didik untuk melaksanakan PTM terbatas. Ia mengapresiasi semangat tersebut karena mengaku telah melihat kembali roh dan semangat dunia pendidikan yang mulai bergulir kembali.

"Yang terpenting saat ini anak-anak kembali ke sekolah untuk mengikuti PTM, walaupun dengan pembatasan protokol kesehatan, kita harus mengakselerasi tatap muka," kata Mas Menteri sapaan akrab Nadiem Makarim.

Mas Menteri menjelaskan dilaksanakannya PTM terbatas tersebut merupakan kepentingan bersama. Jika PTM tidak kunjung dilaksanakan maka dikhawatirkan satu generasi kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik secara umum atau khusus atau biasa disebut dengan "learning lost". Dimana hal tersebut dapat terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau tidak dilaksanakannya proses pendidikan secara terus menerus.

Mas Menteri turut menegaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran secara daring selama pandemi COVID-19 berdampak buruk terhadap sekolah, terutama sektor swasta. Sehingga hal tersebut merupakan salah satu pertimbangan kenapa sangat penting mengakselerasi PTM terbatas di sekolah.

"Mari kembalikan anak-anak ke sekolah agar tidak mengalami generation lost yang berdampak permanen, harapannya dalam satu, dua pekan ke depan satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP di Jambi dapat melaksanakan PTM terbatas," kata Nadiem Makarim.

Baca juga: Mendikbud tinjau vaksinasi tenaga pendidik dan peserta didik di Jambi

Selain itu Mas Menteri turut mendorong Pemerintah Provinsi Jambi untuk dapat mengusulkan formasi guru honorer untuk dapat mengikuti tes penerimaan P3K. Karena tes P3K terhadap guru honorer tersebut baru dilakukan kembali setelah beberapa puluh tahun terakhir.

Pemerintah Pusat turut memberikan jaminan kepada pemerintah daerah bahwa anggaran dana untuk insentif tenaga P3K tersebut nantinya di tanggung oleh Pemerintah Pusat. Namun jika tidak dapat formasi maka tidak dapat memposisikan guru honorer untuk masuk P3K.

"Bulan Oktober formasi ronde kedua di buka, jika Jambi belum mengajukan formasi silahkan ajukan formasi agar tahun depan dapat melaksanakan penerimaan P3K terhadap guru honorer," kata Nadiem Makarim.

Baca juga: Nadiem minta anak bersabar hadapi pembelajaran jarak jauh
Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021