DKI tambah luas lahan guna antisipasi Bantargebang lebihi kapasitas

DKI tambah luas lahan guna antisipasi Bantargebang lebihi kapasitas

Semen Indonesia (SIG) memanfaatkan sampah di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang menjadi bahan bakar alternatif di pabrik SabI Narogong Jawa Barat. ANTARA/HO/SIG

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan penambahan luas lahan dan penambangan sampah guna mengantisipasi kelebihan kapasitas di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Wagub sebut masih koordinasi dengan Bekasi terkait TPST Bantargebang

Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwa langkah penambahan luas lahan Bantargebang ini mencapai 7,5 hektare sebagai upaya untuk menampung jumlah sampah yang terus bertambah setiap tahunnya.

Yogi menjelaskan perluasan itu dilakukan dengan membeli lahan dari masyarakat sekitar Bantargebang. Sehingga, nantinya total luas lahan TPST Bantargebang mencapai 117,5 hektare.

"Tahun ini disiapkan untuk perluasan lahan sekitar 7,5 hektare, sudah dilakukan dari tahun kemarin pembelian lahannya," ucapnya.

Baca juga: Pemkot Bekasi evaluasi kontrak kerja sama TPST Bantargebang

Sementara itu, untuk penambangan sampah, Pemprov DKI mengoptimalkan program tersebut dengan cara memanfaatkan sampah yang sudah berusia 10 tahun untuk bahan bakar pembangkit listrik.

Hal tersebut kata dia, perlu dilakukan karena menurut penghitungan pihak Dinas Lingkungan Hidup, Bantargebang akan kelebihan kapasitas pada tahun jika tidak melakukan upaya apapun.

"Dengan berbagai program optimalisasi Bantargebang ini harapannya pemanfaatannya itu bisa bertambah, karena Bantargebang ini prediksinya mau penuh 2021 jika kita tidak melakukan apa-apa di sana," tutur Yogi.

Baca juga: Tambang uang dan stigma prihatin Bantargebang
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021