Kemenkop-UKM adakan pemberdayaan usaha mikro pedagang di Sukoharjo

Kemenkop-UKM adakan pemberdayaan usaha mikro pedagang di Sukoharjo

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Komisi VI DPR di Sukoharjo, Jawa Tengah. ANTARA/HO-KemenkopUKM

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan UKM dengan Komisi VI DPR mengatakan kegiatan temu bisnis usaha mikro dalam rangka pemberdayaan usaha mikro pedagang pasar di Kabupaten Sukoharjo.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok, Sutarmo, menyatakan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memegang peran penting dalam memulihkan ekonomi nasional terutama di era digital.

“Pengembangan pelaku usaha mikro melalui digitalisasi usaha, dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan penjualan produk di tengah pandemi COVID-19, seperti sekarang ini,” ungkapnya di Sukaharjo, Jawa Tengah, sebagaimana tertera dalam keterangan pers, Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, dituturkan bahwa pihaknya terus mendorong UMKM agar dapat naik kelas dengan melakukan beberapa cara.

Yaitu pemberian literasi digital, mendorong solusi untuk menyiapkan kapasitas produksi, mendorong peningkatan mutu dan kualitas produk, serta membuka akses pasar bagi para pelaku UMKM.

Kemenkop-UKM disebut telah bekerja sama dengan berbagai marketplace seperti Tokopedia dengan tujuan untuk menjaga keberlangsungan usaha

“Melalui MoU (nota kesepahaman) yang sudah dilaksanakan dengan Tokopedia, pelaku usaha mikro khusunya pedagang pasar di Sukoharjo, diharapkan dapat diberikan pendampingan untuk terhubung ke dalam ekosistem digital,” sebut Sutarmo.

Melalui agenda ini, ia mengharapkan agar kapasitas usaha mikro dapat meningkat baik secara online maupun offline sehingga dapat masuk ke dalam rantai pasok.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima menambahkan bahwa disrupsi yang dihadirkan pandemi merubah cara pandang perilaku masyarakat khususnya para pedagang tradisional dan pembeli.

“Cara pandang dari pedagang harus dirubah, di era new normal dengan pola hidup yang lebih sehat. Ada perubahan perilaku konsumen yang menginginkan barang yang murah dan sehat, dengan tempat yang bersih. Oleh karenanya, para pedagang harus mengubah pola pikir agar menjaga kebersihan pasar dan menjaga barang jualan untuk tetap higienis,” ucap dia.

Selain itu, Aria menilai konsumen lebih nyaman berbelanja melalui platform digital. Sehingga, diharapkan literasi digital para pedagang harus ditingkatkan meskipun di pasar tradisional.

Baca juga: KemenkopUKM: Pemerintah targetkan 13 juta UMKM gunakan QRIS tahun ini
Baca juga: Kemenkop: Program BPUM 2021 yang telah disalurkan capai Rp15,2 triliun
Baca juga: Kemenkop buat "master plan" jadikan UMKM bagian rantai pasok industri

 

Pewarta : M Baqir Idrus Alatas
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021