Saham Jerman dilanda ambil untung, indeks DAX 40 tergerus 0,32 persen

Saham Jerman dilanda ambil untung, indeks DAX 40 tergerus 0,32 persen

Bursa saham Jerman

Frankfurt (ANTARA) - Saham-saham di bursa Jerman ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (21/10/2021), menyusul aksi ambil untung dari kenaikan dua hari beruntun sebelumnya dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt tergerus 0,32 persen atau 50,36 poin, menjadi menetap di 15.472,56 poin.

Indeks DAX 40 naik tipis 0,05 persen atau 7,09 poin menjadi 15.522,92 poin pada Rabu (20/10/2021), setelah menguat 0,27 persen atau 41,36 poin menjadi 15.515,83 poin pada Selasa (19/10/2021), dan terkikis 0,72 persen atau 112,89 poin menjadi 15.474,47 poin pada Senin (18/10/2021).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 19 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 20 saham mengalami kerugian dan satu saham diperdagangkan tidak berubah.

Bursa Efek Frankfurt terhitung sejak 20 September 2021 secara resmi memperluas komponen indeks DAX 30 menjadi 40 saham atau menjadi indeks DAX 40.

Perusahaan perangkat lunak multinasional Jerman SAP mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya merosot 3,21 persen.

Disusul oleh saham perusahaan manufaktur dan elektronik internasional Jerman Siemens yang kehilangan 2,48 persen, serta perusahaan penyedia layanan paket makanan segar secara daring HelloFresh melemah 2,10 persen.

Di sisi lain, perusahaan pemasok peralatan farmasi dan laboratorium internasional Sartorius melonjak 4,29 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan farmasi multinasional Jerman Merck yang terangkat 2,70 persen, dan perusahaan produsen otomotif multinasional Jerman Volkswagen menguat 2,67 persen.

SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 412,39 juta euro (479,90 juta dolar AS).
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021