Syarief Hasan katakan pembangunan harus punya keberpihakan

Syarief Hasan katakan pembangunan harus punya keberpihakan

Wakil Ketua MPR RI Syarifuddin Hasan meresmikan Masjid Syahrul Muhadjirin yang terletak di lingkungan SMA Negeri 10 Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/10/2021). ANTARA/HO-MPR RI/am.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Syarifuddin Hasan mengatakan pembangunan harus punya keberpihakan sehingga hasil yang dicapai sesuai harapan.

Menurut Syarief Hasan, sapaan akrabnya, sebagus apa pun undang-undang maupun peraturan jika tanpa disertai keberpihakan maka hasilnya tidak akan sesuai harapan.

"Sebaliknya, kalau ada keberpihakan dalam pembangunan maka kinerjanya akan semakin baik," ujarnya saat meresmikan Masjid Syahrul Muhadjirin yang terletak di lingkungan SMA Negeri 10 Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/10).

Baca juga: Syarief Hasan: Empat Pilar adalah modal pokok pertahankan NKRI

Terkait pembangunan masjid itu, Syarief Hasan mengatakan sebagai komitmen kepada sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa.

"Ini adalah komitmen untuk mengutamakan dan menghormati agama," kata Syarief Hasan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Syarief menjelaskan, bahwa sila pertama Pancasila "Ketuhanan yang Maha Esa" telah mewarnai kehidupan beragama di Indonesia.

"Bangsa Indonesia dengan sila pertama Pancasila ini memberikan komitmen yang begitu luas, termasuk dalam menyiarkan agama," kata Syarief.

Dalam kesempatan tersebut, Syarief juga menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan mendapat juluran provinsi 1.000 masjid seperti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya bermimpi dalam lima tahun ke depan, kalau orang akan melihat jumlah masjid terbanyak maka datanglah ke Provinsi Sulawesi Selatan. Kalau ingin melihat masjid-masjid dipenuhi jamaahnya, maka datanglah ke Provinsi Sulawesi Selatan," kata Syarief.

Senada dengan Syarief, pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pembangunan Masjid Syahrul Muhadjirin di SMA Negeri 10 Makassar menjadi contoh pembangunan masjid di setiap sekolah di Sulawesi Selatan, yang pembangunannya tanpa menggunakan APBD.

"Pembangunan masjid tidak menggunakan APBD. Kami memprogramkan sekolah-sekolah untuk membangun masjid. Masjid Syahrul Muhajirin ini menjadi pilot project. Ini menjadi contoh dan motivasi bagi sekolah-sekolah lain," kata Andi Sudirman.

Sudirman menyebutkan, Masjid Syahrul Muhadjirin dipelopori oleh kepala sekolah SMA Negeri 10 Makassar menjelang berakhirnya masa tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).

"Ibu kepala sekolah akan mengakhiri tugasnya sebagai ASN. Semoga ini menjadi akhir yang baik karena pembangunan masjid ini akan mengalir terus pahalanya. Masjid ini akan dimakmurkan para siswa dan masyarakat sekitar," kata Andi Sudirman.

Sementara itu Kepala UPT SMA Negeri 10 Husaefah Hasan menambahkan, Masjid Syarul Muhajirin dibangun empat tahun lalu, tanggal 13 Oktober 2017. Peletakan batu pertama dilakukan Syahrul Yasin Limpo. Pembangunan masjid masih berjalan, pemberian nama masjid oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjirin Effendi saat berkunjung ke SMAN 10 Makassar.

"Saat bersamaan datang juga Syahrul Yasin Limpo. Karena itu masjid ini diberinama Masjid Syahrul Muhadjirin," kata Husaefah.

Masjid ini terdiri dari dua lantai dengan luas bangunan 18 x 16 meter. Pembangunan masjid ini telah menghabiskan biaya sekitar Rp 1,5 miliar.

Hadir dalam peresmian Masjid Syahrul Muhadjirin, Jumat (22/10) antara lain istri Wakil Ketua MPR Ingrid Kansil, Staf Khusus Wakil Ketua MPR Jafar Hafsah, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Sulsel H. Ni'matullah, SE, Plt Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Dewan Masjid Provinsi Sulsel.

 
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021