AMPB ingatkan semangat Sumpah Pemuda jangan luntur di tengah pandemi

AMPB ingatkan semangat Sumpah Pemuda jangan luntur di tengah pandemi

Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya Fauzan Rachmansyah (kiri) dan Sekjen DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang (kanan). ANTARA/Abdu Faisal

Jakarta (ANTARA) - Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) mengingatkan semangat Sumpah Pemuda di tengah pandemi COVID-19 tidak boleh luntur.

"Sebagai generasi penerus, pemuda di seluruh Indonesia harus bersatu, bangkit, dan tumbuh bagi bangsa ini," kata Ketua Umum AMPB Fauzan Rachmansyah dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

AMPB akan meluncurkan tagline: "Satu Pemuda, Satu Karya untuk Indonesia Berkarya". Tagline ini akan diterapkan kepada seluruh kader AMPB untuk lebih kreatif dan inovatif dalam berkarya. Terutama untuk kemajuan Bangsa dan Negara.

"Semua bangsa besar, semua bangsa maju. Pasti banyak karya pemudanya," kata Fauzan di sela-sela acara Bimbingan Teknis Partai Berkarya di Nusa Dua, Bali.

Fauzan menyebutkan saat ini di Indonesia ada sekitar 75 juta pemuda yang bisa berperan dalam menentukan arah pembangunan bangsa pada masa depan.

"Bayangkan saja, ada 75 juta pemuda lebih di Indonesia. Jika masing-masih membuat karya untuk negeri ini, bisa ada 75 juta karya yang akan membangkitkan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan bidang lainnya," tuturnya.

Ia mencontohkan kader AMPB Bali Faisal Huda yang berkontribusi terhadap lingkungan dengan mengumpulkan 10 ton plastik botol untuk menjaga lingkungan. Cara-cara sederhana ini dapat pula dilakukan oleh pemuda agar turut andil dalam pembangunan bangsa.

"Inilah cara pemuda merayakan Sumpah Pemuda, harus dengan karya dan selalu ingin berkarya. Tagline ini akan segera kami sosialisasikan dan silakan digunakan menjadi program untuk seluruh pemuda di Indonesia. Selamat hari Sumpah Pemuda!," kata Fauzan.

Baca juga: AMPB bentuk kepengurusan wilayah di Sumatera Utara

Baca juga: AMPB minta pemerintah awasi penyaluran dana otsus Papua
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021