Restrukturisasi kredit Bank Mandiri turun jadi Rp90,1 triliun

Restrukturisasi kredit Bank Mandiri turun jadi Rp90,1 triliun

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (tengah) berbincang dengan, dari kiri, Direktur Treasury & International Banking Panji Irawan, Direktur Manajemen Risiko A.Siddik Badruddin, Direktur Technology Information Timothy Utama dan Direktur Keuangan & Strategi Sigit Prastowo di sela paparan kinerja Bank Mandiri Triwulan III tahun 2021 di Jakarta, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat restrukturisasi kredit bagi masyarakat terdampak COVID-19 terus menunjukan tren yang melandai, menjadi Rp90,1 triliun per tanggal 30 September 2021, atau menurun Rp6,4 triliun dari Juni 2021 sebesar Rp96,65 triliun.

"Penurunan ini disebabkan karena lunasnya kredit restrukturisasi, pembayaran, dan para debitur kami yang sudah pulih dari COVID-19," ujar Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Siddik Badruddin dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Ia pun memprediksikan volume restrukturisasi kredit ini akan terus berlanjut sampai dengan akhir 2021, dengan kemungkinan akan mencapai kisaran antara Rp80 triliun sampai Rp85 triliun.

Adapun sektor terdampak COVID-19 yang mendapatkan restrukturisasi kredit antara lain jasa konstruksi infrastruktur Rp21,1 triliun, hotel, restoran, dan akomodasi Rp7 triliun, jasa transportasi Rp6 triliun, energi dan air Rp6 triliun, serta perdagangan eceran makanan, minuman, dan rokok Rp4,8 triliun.

Baca juga: Bank Mandiri salurkan kredit Rp1.022 triliun hingga September 2021

Siddik mengatakan setidaknya terdapat beberapa sektor kredit yang mengalami perbaikan, terutama yang berhubungan dengan tren pemulihan cepat dari pandemi, sektor yang berdaya tahan, atau sektor yang berhubungan dengan komoditas dan kebutuhan pokok masyarakat.

"Sektor-sektor itu di antaranya seperti telekomunikasi, energi dan air, infrastruktur, sawit, dan CPO," ucap dia.

Ia menuturkan perbaikan dari sektor tersebut telah membantu Bank Mandiri dalam perbaikan rasio kredit macet (NPL) dan kualitas aset.

Pada September 2021, NPL gross bank pelat merah tersebut secara konsolidasi tercatat menurun 37 basis poin (bps) jika dibandingkan akhir September 2020 (year-on-year/yoy) ke level 2,96 persen, dengan aset yang mencapai Rp1.638 triliun atau tumbuh 16,4 persen (yoy).

Baca juga: Bank Mandiri bukukan laba bersih Rp19,2 triliun di triwulan III-2021

Baca juga: Bank Mandiri proyeksi kredit nasional melonjak hingga 7 persen di 2022
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021