Bupati Sleman-DIY: Vaksin tanpa disiplin prokes hanya akan sia-sia

Bupati Sleman-DIY: Vaksin tanpa disiplin prokes hanya akan sia-sia

Bupati Sleman, DIY Kustini Sri Purnomo. FOTO ANTARA/HO-Pemkab Sleman

Sleman, DIY (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kustini Sri Purnomo menegaskan vaksinasi COVID-19 tanpa diikuti dengan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) hanya akan sia-sia saja karena masih akan berpotensi menimbulkan penyebaran COVID-19 di masyarakat.

"Meskipun udah divaksin, tapi kalau prokesnya kendor hanya akan jadi sia-sia. Makanya selalu sampaikan patuhi prokes, prokes prokes di setiap kesempatan bertemu masyarakat," katanya di Sleman, Jumat.

Penegasan Bupati Sleman tersebut menyikapi kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sleman yang kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Setelah 75 orang dinyatakan positif COVID-19 akibat klaster takziah dari Kabupaten Bantul, kali ini klaster baru muncul dari sebuah industri rumahan tahu di Somodaran, Banyuraden, Kapanewon Gamping.

Dari informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan, katanyam sebanyak 10 karyawan yang bekerja di tempat tersebut dinyatakan positif COVID-19. Sementara enam orang di antaranya mengalami gejala.

"Ini jelas menjadi keprihatinn kita, karena Pemkab Sleman saat ini tengah berupaya menurunkan penyebaran virus COVID-19 dengan berbagai cara. Tentu ini jadi keprihatinan bersama. Di saat kita sudah berhasil menurunkan level (PPKM), tetapi justru mulai muncul klaster-klaster baru yang tidak kita inginkan," katanya.

Ia mengatakan, dari informasi yang didapatnya, ke sepuluh warga yang terpapar COVID-19 sudah mendapatkan suntikan dosis vaksin.

"Hal ini tentu bisa terjadi dikarenakan mulai kendornya penerapan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat," katanya.

Bupato mengatakan meskipun Kabupaten Sleman telah turun di level 2, masyarakat diminta agar jangan kendor menerapkan protokol kesehatan.

Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, penularan covid-19 di masyarakat dapat semakin ditekan dan tidak terjadi peningkatan kasus karena pandemi masih belum berakhir.

"Sedari awal saya sampaikan, jangan euforia. Sekali kita lengah, virus COVID-19 ini akan kembali menular dan bisa menyebabkan dampak yang sangat luas. Tidak hanya pada aspek kesehatan saja, tetapi sampai ke kegiatan sosial dan perekonomian," demikian Kustini Sri Purnomo.

Baca juga: Bupati Sleman : Kasus COVID-19 klaster takziah sudah terkendali

Baca juga: IDI Sleman beri tali asih keluarga dokter gugur karena COVID-19

Baca juga: Dinkes : Kepatuhan penerapan prokes di Sleman di atas 90 persen

Baca juga: Bupati Sleman: Temuan siswa positif COVID-19 saat PTM telah ditangani
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021