MPR: Muhammadiyah organisasi yang berkontribusi nyata bagi Indonesia

MPR: Muhammadiyah organisasi yang berkontribusi nyata bagi Indonesia

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengatakan Muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan dan sosial yang telah membuktikan diri dengan ikut serta berkontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia.

"Peran kesejarahan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, saya mengucapkan selamat Milad Ke-109 Muhammadiyah," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan pada usia yang telah melebihi satu abad, PP Muhammadiyah telah berperan dan mewarnai perjalanan hidup bangsa dan negara. Muhammadiyah adalah organisasi yang ikut memajukan kualitas pendidikan dan memberikan kontribusi sosial.

Baca juga: Milad Muhammadiyah bertema Optimis Hadapi COVID-19 Menebar Nilai Utama

"Ini adalah bukti Muhammadiyah bagian melekat dan menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan republik ini," ujar Syarief Hasan.

Pada usia yang ke-109 itu, ia mendoakan agar Muhammadiyah tetap melanjutkan peran sosial dan keagamaan demi majunya bangsa dan negara.

Ia berpandangan bahwa gerakan pendidikan berupa pembangunan banyak sekolah serta komitmen sosial dalam membantu mengentaskan berbagai persoalan di tengah masyarakat telah menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi yang mampu berjuang secara mandiri.

Baca juga: Menag: Muhammadiyah telah beri contoh pentingnya kepedulian

Hal itu dapat dilihat dari banyaknya lulusan pendidikan yang dirintis dan dikelola Muhammadiyah dan tak jauh beda dengan berbagai kegiatan sosial yang berhasil membantu negara mengentaskan kemiskinan, paparnya.

Komitmen kebangsaan Muhammadiyah dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mempromosikan nilai-nilai toleransi, dan kritis-konstruktif pada berbagai persoalan kebangsaan adalah wujud nyata dari pengejawantahan Pancasila.

Baca juga: Haedar Nashir: Bangsa Indonesia harus bangkit dari pandemi

Sedari awal, katanya, organisasi yang didirikan pada 18 November 1912 itu adalah salah satu penopang utama Ibu Pertiwi, terus mewarnai, dan berperan dalam rangkaian panjang sejarah Indonesia.

Ruang-ruang pengabdian tersebut, katanya. perlu terus disemai sehingga pembangunan kebangsaan bukan saja menjadi tugas pemerintah, namun tugas bersama, kata Menteri Koperasi dan UKM era Presiden SBY tersebut.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021