Pengamat: Gairah kendaraan listrik akan terlihat mulai 2022

Pengamat: Gairah kendaraan listrik akan terlihat mulai 2022

Presiden Joko Widodo (kiri) mencoba mobil listrik Mitsubishi Minicab-MiEV di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Rabu (17/11/2021) (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas) ((ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas))

Jakrta (ANTARA) - Pengamat otomotif dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu mengungkapkan bahwa pasar kendaraan listrik akan lebih bergairah pada 2022, sejalan dengan berbagai upaya edukasi yang dilancarkan pemerintah, produsen otomotif dan ketertarikan masyarakat pada teknologi baru.

"Tren lain yang tampaknya mulai meningkat adalah kecenderungan pembelian kendaraan hibrida dan kendaraan listrik (BeV) roda dua dan roda empat yang akan meningkat perlahan pada awal tahun 2022," ungkap Yannes Martinus Pasaribu kepada ANTARA dikutip Senin.

Baca juga: Produsen mobil pamerkan kendaraan listrik di pameran otomotif Seoul

Dalam hal ini, peran pemerintah juga sangat penting untuk memperbanyak peredaran kendaraan ramah lingkungan. Ia berharap pemerintah bisa memberikan contoh dengan menggunakan kendaraan listrik sebagai armada operasional sehari-hari.

Hal itu juga diserukan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat pembukaan Indonesia Electric Motor Show di Serpong. Moeldoko mengatakan, pemerintah sebaiknya menggunakan kendaraan listrik agar menjadi contoh bagi masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa kendaraan listrik memiliki daya jelajah yang mumpuni untuk operasional di beberapa lokasi di Indonesia.

"Dukungan dari pemerintah untuk menciptakan potensial market dengan cara menggunakan kendaraan listrik, sebagai kendaraan dinas atau operasional. Ini seperti yang sudah dimulai oleh Kementerian Perhubungan," kata dia.

Selanjutnya, Moeldoko berpesan agar penggunaan kendaraan listrik juga diadopsi oleh penyedia layanan angkutan umum. Menurut dia, penggunaan mesin listrik pada angkutan umum membuka kesempatan bagi masyarakat untuk lebih dekat dan merasakan langsung mobil listrik.

"Pelebaran ke kementerian lain juga perlu, serta menjangkau ke transportasi umum itu juga sangat perlu," jelas dia.

Penggunaan kendaraan listrik yang dipelopori pemerintah dan sektor transportasi umum akan menguatkan keyakinan para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan demikian, harga mobil listrik di masa depan akan semakin terjangkau karena pasar yang menjanjikan dan ketersediaan komponen yang diproduksi di dalam negeri.

Baca juga: Xiaomi segera buka pabrik mobil listrik di Beijing

Baca juga: TAM sambut baik arahan Presiden Jokowi soal mobil hybrid

Baca juga: 1.000 pekerja Bosch akan dirumahkan imbas peralihan kendaraan listrik
Pewarta : Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021