Satgas Penanganan COVID-19 Kepri antisipasi Omicron

Satgas Penanganan COVID-19 Kepri antisipasi Omicron

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Jajaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau berupaya mengantisipasi potensi penyebaran varian Omicron atau B.1.1.529 di wilayah itu setelah muncul dua kasus baru di Singapura.

"Pemerintah serius memperhatikan permasalahan ini setelah ditemukan dua kasus baru varian Omicron di Singapura," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Rabu.

Dia menjelaskan perhatian Pemprov Kepri terhadap dua orang yang terinfeksi Omicron cukup beralasan. Hal itu disebabkan varian COVID-19 itu penyebar di berbagai daerah dalam waktu singkat.

Selain itu, Kepri, terutama Batam, Bintan, dan Tanjungpinang masih berhubungan dengan Singapura. Apalagi tiga daerah itu bertetangga dengan Singapura.

Hubungan tersebut terjalin dalam bentuk pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Singapura dan Malaysia ke Batam. Ribuan PMI di Singapura sudah dipulangkan ke Indonesia melalui Batam. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Batam, petugas menemukan cukup banyak PMI yang tertular COVID-19.

Selain menjalin hubungan terkait dengan pemulangan PMI, menurut dia, warga Singapura yang berbisnis atau yang memiliki keahlian bekerja di sejumlah perusahaan, seperti di Batam dan Bintan.

Baca juga: Presiden minta menteri waspada dan bereaksi cepat antisipasi Omicron

Upaya pencegahan yang dilakukan agar varian Omicron tidak masuk wilayah itu, yakni dengan memperketat pengawasan di pintu keluar-masuk, seperti pelabuhan internasional. Pemeriksaan di pelabuhan diperketat dan seluruh warga dari Singapura yang masuk Batam wajib diperiksa kesehatannya secara intensif sehingga dapat dipastikan tidak tertular COVID-19 maupun Omicron.

Peralatan PCR yang dimiliki Kepri belum mampu mendeteksi Omicron sehingga sampel dari hasil tes usap harus dibawa ke Jakarta.

"Warga asal Singapura harus menjalani isolasi sampai pastikan tidak tertular COVID-19," kata Tjetjep Yudiana yang juga mantan Kadis Kesehatan Kepri itu.

Tjejtep mengungkapkan jumlah kasus aktif COVID-19 di Kepri sebanyak 10 orang. Total pasien COVID-19 di Kepri sejak pandemi sampai sekarang mencapai 53.878 orang, tersebar di Batam 25.927 orang, Tanjungpinang 10.230 orang, Bintan 5.583 orang, Karimun 5.487 orang, Anambas 1.846 orang, Lingga 2.310 orang, dan Natuna 2.495 orang.

Total jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 sejak pandemi mencapai 52.109 orang, tersebar di Batam 25.078 orang, Tanjungpinang 9.826 orang, Bintan 5.403 orang, Karimun 5.325 orang, Anambas 1.799 orang, Lingga 2.225 orang, dan Natuna 2.453 orang.

Total jumlah pasien yang meninggal dunia sejak pandemi COVID-19 sebanyak 1.759 orang, tersebar di Batam 842 orang, Tanjungpinang 402 orang, Bintan 180 orang, Karimun 161 orang, Anambas 47 orang, Lingga 85 orang, dan Natuna 42 orang.

Baca juga: Kemenkumham: WNI dari daerah penyebaran Omicron tidak ditolak masuk
Baca juga: Epidemiolog: Kombinasi vaksin dan prokes bisa cegah Omicron

Tjetjep mengingatkan warga untuk tetap waspada penularan COVID-19 dengan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan.

"Mobilitas penduduk yang cukup tinggi menyebabkan masyarakat perlu tetap waspada," katanya.

 
Pewarta : Nikolas Panama
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021