Kemnaker ingatkan CPMI jangan berniat cari suami di negara penempatan

Kemnaker ingatkan CPMI jangan berniat cari suami di negara penempatan

Koordinator Bidang Pembinaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Yusuf Setiawan, memberikan pemahaman kepada 150 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) perempuan yang mengikuti pelatihan keterampilan dan bahasa di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Lombok Mandiri, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Jumat (3/12/2021). ANTARA/Awaludin.

Lombok Barat (ANTARA) - Koordinator Bidang Pembinaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Yusuf Setiawan mengingatkan para calon pekerja migran Indonesia (CPMI) jangan berniat mencari suami di negara penempatan karena berisiko mendapatkan masalah.

"Jangan bercita-cita jadi isteri kedua, konsentrasi cari uang bukan cari suami," kata Yusuf di hadapan sebanyak 150 CPMI perempuan yang mengikuti pelatihan keterampilan dan bahasa di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Lombok Mandiri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Ia mengingatkan para CPMI perempuan karena tidak menutup kemungkinan bisa muncul perasaan suka terhadap suami majikannya. Hal itu bisa membuat isteri majikannya cemburu sehingga melakukan tindak kekerasan.

Kasus kekerasan terhadap CPMI berupa penyetrikaan di bagian muka oleh isteri majikan pernah terjadi. Hal itu disebabkan kecemburuan karena suami terlihat dengan dengan asisten rumah tangganya.

Baca juga: Ratusan pekerja migran dari Malaysia tiba di NTB

Baca juga: Lombok Barat antisipasi kepulangan 500 pekerja migran Indonesia


"Kalau cita-cita berubah, siap-siap setrika akan nempel di muka. Itu pernah terjadi, disiksa oleh isteri majikan yang cemburu. Jadi ke sana (luar negeri) cari uang, jangan cari suami," ujar Yusuf.

Ia juga mengingatkan sebanyak 150 CPMI perempuan asal NTB yang akan berangkat ke Taiwan, dan Hong Kong, benar-benar melaksanakan niat untuk bekerja sesuai kontrak sehingga bisa mengumpulkan uang yang banyak untuk keluarganya hingga kembali ke kampung halaman.

"Jadi pada saat punya niat, laksanakan niat itu sesuai kontrak, kumpulkan uang banyak-banyak untuk jadi modal setelah kembali ke Lombok," ucapnya pula.

Yusuf juga mengapresiasi kebijakan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah bahwa CPMI harus memiliki kompetensi dan keterampilan yang mumpuni, serta penguasaan bahasa yang bagus agar tidak mendapatkan masalah di negara penempatan.

"Pemerintah Provinsi NTB juga betul-betul berkomitmen memberantas para calo yang memberangkatkan CPMI secara nonsprosedural," katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab BLKLN Lombok Mandiri H Muhammadun sangat berterima kasih atas kunjungan pejabat dari Kemnaker, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi NTB, karena bisa menjadi motivasi bagi para CPMI perempuan yang akan bekerja di Taiwan, dan Hong Kong.

Ia mengatakan program pelatihan bagi 150 orang calon PMI perempuan tersebut dilakukan bekerja sama dengan PT Trias Insan Madani selaku Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) yang akan memberangkatkan ke Taiwan.

"Sebanyak 150 calon PMI yang menjalani pelatihan berasal dari 10 kabupaten/kota di NTB," ujar Muhammadun.*
Pewarta : Awaludin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021