Transformasi PBIS Hulu Sungai Utara diakui secara nasional

Transformasi PBIS Hulu Sungai Utara diakui secara nasional

Kepala Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hj Lailatanur Raudah. ANTARA/Eddy A/Kominfo HSU.

Hulu Sungai Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan mengembangkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (PBIS), dan mendapat penghargaan sebagai kabupaten/kota terbaik tingkat nasional dalam melaksanakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (PTPBIS).

"Alhamdulillah, kita sudah dua kali mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat terkait pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial," kata Kepala Dispersip Hulu Sungai Utara, Hj Lailatanur Raudah di Amuntai, Jum'at.

Penghargaan disampaikan pada kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) Nasional 2021 secara virtual 1-2 Desember yang turut diikuti oleh Kepala Perpustakaan Nasional Syarif Bando.

Pada momen itu, Lailatanur juga mendapatkan penghargaan sebagai Kepala Dinas yang aktif dalam melaksanakan kegiatan Program Transformasi PBIS kategori Honorable Mention.

Baca juga: Transformasi perpustakaan dukung pelaksanaan MBKM

Baca juga: Perpusnas mutakhirkan data profil perpustakaan Indonesia


Sedangkan untuk Lomba Reels Challenge diperoleh "Perpusdes Antam" Desa Tambalangan Kecamatan Amuntai Tengah.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Team Leader Konsultan Pendamping Deputi Bidang SDP Nasional.

"Semoga tahun mendatang, program ini terus dilaksanakan agar literasi untuk kesejahteraan benar-benar dapat diwujudkan," kata Lailatanur.

Kepala Perpustakaan Nasional Syarif Bando, mengatakan, PLM Nasional merupakan ajang belajar bertukar pengalaman antarperpustakaan, memotivasi dan membangun kepercayaan diri untuk melaksanakan program kerja Transformasi PBIS di daerah masing masing, baik di kota maupun di desa.

"Maka kita galakan Program Transformasi PBIS melalui berbagai kegiatan lomba yang dilaksanakan Perpustakaan Nasional melalui konsultan dan diikuti oleh perpustakaan provinsi, kabupaten/kota dan desa," katanya.

Menurutnya, melalui kegiatan PBIS akan menjadikan masyarakat lebih kreatif dapat mengembangkan ilmu pengetahuan mengelola permodalan yang bisa didapat melalui kegiatan berliterasi,

"Kuncinya tidak lain pada komitmen sinergi dan kolaborasi semua pihak," katanya .

Dijelaskan, kegiatan PLM Nasional merupakan ajang belajar bertukar pengalaman antar perpustakaan, memotivasi dan membangun kepercayaan diri untuk melaksanakan program kerja transformasi perpustakaan baik ditingkat kabupaten/kota maupun desa.

Tema yang diusung pada kegiatan PLM tahun ini adalah Transformasi Perpustakaan untuk Sumber Daya Manusia berkualitas dan berdaya saing.*

Baca juga: AP I-Dinas Perpustakaan NTT hadirkan pojok baca digital di bandara

Baca juga: Bupati Aceh Barat dukung pembentukan perpustakaan dan klinik Pancasila
Pewarta : Imam Hanafi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021