Temanggung (ANTARA News) - Ribuan santri dari 165 pondok pesantren di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis melakukan kirab di kota Temanggung untuk memperingati Hari Santri Nasional.

Mereka berkumpul di Alun-Alun Temanggung kemudian melakukan kirab mengelilingi kota Temanggung dengan naik ratusan mobil bak terbuka yang sebagian dihias.

Ketua Panitia Penyelenggara Hari Santri Kabupaten Temanggung, Arif Zamzami mengatakan peringatan Hari Santri mengusung semangat resolusi jihad.

Ia mengatakan para santri harus selalu bersedia melakukan jihad. Bila dahulu jihad dilakukan dengan berperang mempertahankan NKRI, maka sekarang harus dimaknai dengan memberantas kebodohan, kemiskinan, dan kemalasan.

"Jihad tidak boleh dimaknai dengan kekerasan atau terorisme. Perjuangan di jalan Allah bisa dilakukan dengan berbagai cara selain dengan kekerasan. Pendiri Nahdlatul Ulama, Kyai Hasyim Asari tentu menginginkan para santri mengamalkan ajaran Islam sebagai agama penuh welas asih dan rahmat bagi seluruh alam," kata Arif.

Bupati Temanggung Bambang Sukarno menyebut Hari Santri momentum yang baik bagi kalangan santri untuk menciptakan SDM unggul yang berintelektual tinggi dan islami.


Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2015