Jakarta (ANTARA News) - Penyelenggaraan pameran adalah ujung tombak dari pemasaran, karena merupakan arena memudahkan para pengusaha bertemu dengan pembeli atau "buyer" secara langsung, baik lokal maupun mancanegara, kata Sekjen Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Amkri) Abdul Sobur.

"Negara-negara pesaing Indonesia dalam hal ini adalah Tiongkok dan Vietnam, yang gencar sekali menggelar pameran," kata Abdul Sobur di Jakarta, Jumat.

Dalam satu tahun, lanjut Sobur, Tiongkok bisa menggelar pameran furnitur antara 30 hingga 40 kali pameran berskala internasional.

Amkri berharap, Indonesia bisa menjadi yang terdepan di kawasan regional untuk menyelenggarakan kegiatan pameran mebel dan kerajinan, di mana Indonesia dinilai memiliki semua syarat untuk menjadi terdepan dalam menggelar pameran.

Salah satu pameran mebel dan kerajinan yang pernah digelar dan memiliki daya tarik adalah Indonesia Furniture Expo (IFEX) 2015, yang digelar Amkri bersama PT Dyandra Promosindo.

Diyakini, IFEX mampu mendongkrak ekspor mebel dan kerajinan dari Indonesia, sehingga mampu berkontribusi dalam mencapai target ekspor 5 miliar dollar dalam lima tahun ke depan.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2015