Logistik bekas pemilu di Kotim laku Rp109 juta

Logistik bekas pemilu di Kotim laku Rp109 juta

Spesifikasi kotak suara yang terbuat dari karton tebal kedap air dan menggunakan plastik transparan di gudang logistik KPU di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (27/12/2018). KPU Pontianak akan mendistribusikan 10.005 kotak suara ke 2.001 TPS di enam kecamatan di Kota Pontianak untuk digunakan dalam Pemilu serentak 2019. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/hp.


Sampit  (ANTARA News) - Logistik bekas pemilu di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dilelang karena tidak dipakai lagi untuk pemilu berikutnya dan ternyata laku Rp109 juta.

"Logistik eks pemilu tersebut yaitu kotak suara, surat suara dan bilik suara dengan limit penawaran Rp72 juta dan alhamdulillah laku Rp109 juta. Semua dijual satu paket. Penentuan limitnya melalui taksiran," kata pejabat lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalan Bun, Muhammad Nur Misbahul Fuad usai lelang di Sampit, Selasa.

Lelang dilaksanakan di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotawaringin Timur di Jalan HM Arsyad Sampit. Lelang hanya diikuti dua peserta yang berasal dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng dan Semarang, Jawa Tengah.

Penawaran dimulai dengan limit Rp72 juta. Terjadi penawaran sebanyak 20 kali oleh kedua peserta hingga akhirnya lelang dimenangkan oleh peserta bernama Sumarno dari Semarang dengan penawaran tertinggi Rp109 juta.

Lelang berlangsung cukup singkat karena pesertanya hanya ada dua. Pemenang lelang dipastikan sudah menghitung potensi keutungan yang akan didapat sehingga berani membeli Rp109 juta, meski harus mengeluarkan biaya membawa logistik eks pemilu karena peserta berasal dari Semarang.

"Kalau tidak dibayar oleh pemenang lelang maka uang jaminannya akan disetorkan ke kas negara. Bagi yang kalah lelang, uang jaminannya akan dikembalikan Rabu (23/1)," jelas Misbahul Fuad.

Ketua KPU Kotawaringin Timur Siti Fathonah Purnaningsih mengatakan, lelang logistik bekas pemilu itu sesuai instruksi KPU Pusat. Pihaknya diminta melelang kotak suara yang terbuat dari aluminium dan surat suara itu karena memang sudah tidak dipakai lagi.

Fathonah menyebutkan, logistik eks pemilu itu merupakan pengadaan menjelang pemilu 2004 lalu. Logistik tersebut, khususnya kotak suara, sudah digunakan enam kali pemilu dan pemilihan kepala daerah.

Kotak suara terbuat dari aluminium itu tidak bisa dipergunakan untuk pemilu 17 April nanti. Karena sudah ditetapkan bahwa kotak suara untuk pemilu nanti harus transparan sehingga kotak suara aluminium tersebut tidak memenuhi syarat untuk digunakan.

"Alhamdulillah tadi lelangnya berjalan lancar. Pemenang lelang bisa secepatnya menyelesaikan prosesnya supaya tuntas. Kami berterima kasih sudah dibantu oleh KPKNL," demikian Fathonah.

Baca juga: KPU hemat Rp548 miliar dalam pengadaan logistik
Baca juga: Distribusi logistik pemilu, KPU prioritaskan daerah sulit
 
Pewarta : Norjani
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019