Washington (ANTARA) - Kenaikan cepat harga rumah dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kemungkinan penurunan harga yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi global.

"Penurunan besar harga rumah dapat memengaruhi kinerja makroekonomi dan stabilitas keuangan, seperti yang terlihat selama krisis keuangan global 2008 dan episode historis lainnya," sebut Dana Moneter Internasional (IMF) dalam Laporan Stabilitas Keuangan Global pada Kamis (4/4) atau Jumat pagi WIB.

Untuk memberikan indikator peringatan dini yang dapat digunakan untuk pengawasan stabilitas keuangan, fasilitator kerja sama moneter global dari 189 negara menyoroti metodologi untuk mengukur risiko-risiko penurunan terhadap pertumbuhan harga rumah.

"Ukuran harga rumah yang berisiko dapat digunakan untuk mengukur risiko stabilitas keuangan dan memberikan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kebutuhan tindakan kebijakan prospektif," kata laporan itu.

Pengukuran IMF dalam laporan itu mengungkapkan bahwa momentum harga rumah yang lebih rendah, penilaian yang berlebihan, pertumbuhan kredit yang berlebihan, dan kondisi keuangan yang lebih ketat "memprediksi risiko penurunan yang lebih tinggi terhadap harga rumah hingga tiga tahun ke depan."

Laporan tersebut juga menemukan bahwa kebijakan makroprudensial, seperti menetapkan batasan yang lebih ketat pada rasio pinjaman-terhadap-nilai dan rasio utang-jasa-terhadap-pendapatan, mengurangi risiko-risiko penurunan terhadap harga rumah.

Sementara itu, laporan tersebut menemukan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar juga meningkatkan harga-harga rumah yang berisiko dalam jangka pendek di negara-negara maju, sementara aliran masuk modal secara bersamaan meningkatkan kemungkinan pertumbuhan harga rumah tinggi dalam jangka pendek dan risiko-risiko penurunan terhadap harga rumah dalam jangka menengah.

"Ukuran harga rumah yang berisiko membantu meramalkan risiko-risiko penurunan pertumbuhan PDB melebihi dan di atas ukuran-ukuran ketidakseimbangan harga rumah yang lebih sederhana, dan dengan demikian menambah model peringatan dini untuk krisis keuangan," kata laporan itu.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2019